KUANTAN SINGINGI, datariau.com-Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 resmi mengakhiri masa pengabdian di Desa Pauh Angit, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi. Selama menjalankan program bertajuk KUKERTA BERSERI (Bersih Sekam, Energi, dan Informasi Digital), para mahasiswa berhasil menghadirkan berbagai inovasi dan kegiatan pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan pengabdian tersebut dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nurul Masyithah Rery SPd MPd dengan Fadil Zul Bai Haqi sebagai Ketua Tim. Sebanyak 10 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu berkolaborasi menghadirkan program yang mengintegrasikan teknologi tepat guna, edukasi, digitalisasi desa, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Selama lebih dari satu bulan berada di Desa Pauh Angit, mahasiswa tidak hanya melaksanakan program kerja, tetapi juga membangun hubungan yang erat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.
Program unggulan yang menjadi identitas KUKERTA BERSERI adalah pemanfaatan limbah sekam padi menjadi briket sebagai energi alternatif ramah lingkungan. Inovasi tersebut diharapkan mampu mengurangi limbah hasil panen sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengolahan limbah menjadi produk bernilai jual.
Selain itu, mahasiswa juga melakukan digitalisasi desa dengan memetakan berbagai fasilitas umum melalui Google Maps. Sejumlah titik penting seperti kantor desa, sekolah, tempat ibadah, fasilitas kesehatan hingga pelaku UMKM berhasil didaftarkan sehingga memudahkan masyarakat luar maupun wisatawan menemukan lokasi-lokasi strategis di Desa Pauh Angit.
Di bidang kesehatan, mahasiswa membangun kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dilengkapi papan informasi mengenai nama tanaman beserta manfaatnya. Kehadiran kebun TOGA tersebut diharapkan menjadi media edukasi sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan tanaman herbal sebagai alternatif menjaga kesehatan keluarga.
Tidak berhenti pada program utama, mahasiswa juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Bersama siswa SD, mereka menggelar pelatihan pembuatan totebag eco-print menggunakan dedaunan lokal sebagai upaya menumbuhkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Sementara itu, siswa SMP mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan sampah plastik melalui pelatihan pembuatan gantungan kunci dari tutup botol bekas. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya daur ulang dan pengurangan sampah plastik.
Di sektor pendidikan, mahasiswa rutin membantu proses belajar mengajar di sekolah, membuka bimbingan belajar gratis di posko KUKERTA, menghadirkan sudut literasi sebagai ruang baca masyarakat, serta memberikan edukasi mengenai pencegahan bullying dan literasi keuangan kepada para pelajar.
Suasana kebersamaan juga semakin terasa melalui berbagai kegiatan sosial yang digelar bersama masyarakat. Mahasiswa mengadakan senam sehat bersama warga dan lansia, membimbing tahsin Al-Qur'an bagi anak-anak TPA, hingga menggelar nonton bareng Final Piala Dunia menggunakan layar tancap yang menjadi hiburan sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat desa.
Sebagai penutup rangkaian pengabdian, mahasiswa menyelenggarakan kegiatan selama dua hari pada 28??"29 Juli 2026. Hari pertama diisi dengan Fun Day yang menghadirkan turnamen bola voli antardusun serta berbagai perlombaan anak-anak yang berlangsung meriah.
Malam puncak perpisahan berlangsung penuh haru. Acara dimeriahkan dengan penampilan tari persembahan Melayu dari anak-anak Desa Pauh Angit, pembagian hadiah kepada para pemenang lomba, pemutaran video dokumentasi perjalanan KUKERTA, hingga penyampaian pesan dan kesan antara mahasiswa dengan masyarakat.
Kepala Desa Pauh Angit, Sustiaji, menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh mahasiswa KUKERTA Universitas Riau yang telah memberikan kontribusi nyata selama menjalankan pengabdian di desa tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa KUKERTA Universitas Riau yang telah bekerja dengan penuh semangat. Berbagai program yang dilaksanakan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan kami berharap inovasi yang telah ditinggalkan dapat terus dikembangkan oleh warga," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim KUKERTA, Fadil Zul Bai Haqi, mengaku bersyukur atas sambutan hangat masyarakat selama pelaksanaan pengabdian.
"Kami datang untuk belajar sekaligus mengabdi. Terima kasih kepada Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Pauh Angit yang telah menerima kami seperti keluarga sendiri. Semoga seluruh program yang telah dijalankan dapat terus dimanfaatkan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi desa," ungkapnya.
Berakhirnya KUKERTA BERSERI menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat mampu melahirkan berbagai inovasi yang berdampak langsung terhadap pembangunan desa. Semangat pengabdian yang ditinggalkan mahasiswa Universitas Riau diharapkan menjadi inspirasi bagi lahirnya berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di masa mendatang.***