Kepala SMA Muhi, Drs H Herynugroho MPd, menegaskan bahwa program mubaligh hijrah merupakan bagian dari strategi pendidikan karakter sekaligus penguatan kompetensi abad ke-21. Menurutnya, kemampuan komunikasi menjadi keterampilan utama yang harus dimiliki generasi muda saat ini.
Di era global, murid dituntut mampu menyampaikan gagasan dengan jelas, percaya diri berbicara di depan publik, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan yang beragam. Selain itu, keterampilan abad ke-21 juga mencakup kemampuan kolaborasi, berpikir kritis, kreativitas, serta problem solving.
“Melalui program ini, murid belajar langsung menghadapi masyarakat dengan berbagai latar belakang usia dan karakter. Mereka belajar memilih bahasa yang tepat, membangun kedekatan, serta menyampaikan pesan keagamaan dengan bijak,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman ini akan membentuk mental tangguh dan empati sosial murid. Saat mendampingi TPA menjelang berbuka puasa, misalnya, murid tidak hanya mengajarkan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga membimbing adab, kedisiplinan, dan semangat beribadah anak-anak.
Program mubaligh hijrah ini juga sejalan dengan gerakan dakwah Muhammadiyah yang menekankan amar ma’ruf nahi munkar melalui pendidikan dan pemberdayaan umat. Sinergi antara sekolah dan masjid Muhammadiyah di Minggir dan Tegalrejo menjadi wujud nyata kolaborasi dalam membina generasi Islami yang berkemajuan.
Dengan total 113 murid yang diterjunkan, program ini menjadi salah satu agenda unggulan Ramadhan SMA Muhi tahun 1447 H. Sekolah berharap para mubaligh hijrah mampu menjadi teladan akhlak, penggerak kegiatan ibadah, serta inspirasi bagi masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan ini, Ramadhan tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah personal, tetapi juga ruang pembelajaran nyata bagi murid untuk tumbuh sebagai generasi berilmu, berakhlak mulia, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan global di masa depan.***