YOGYAKARTA, datariau.com - SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (Muhi) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya prestasi di lingkungan sekolah dengan memberikan beasiswa kepada 50 siswa kelas X dan XI yang dinilai berprestasi di berbagai bidang. Penyerahan beasiswa dilakukan secara langsung oleh Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., saat upacara bendera pada Senin (25/5/2026) di halaman sekolah.
Program apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan nyata sekolah terhadap capaian siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Total dana yang disalurkan dalam program beasiswa prestasi tahun ini mencapai Rp18,3 juta, dengan nominal yang diberikan disesuaikan berdasarkan kategori dan capaian prestasi masing-masing siswa.
Kepala SMA Muhi, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., menjelaskan bahwa beasiswa diberikan kepada siswa yang berhasil mengukir prestasi mulai dari tingkat lokal hingga internasional. Prestasi akademik mencakup berbagai kompetisi seperti olimpiade sains, lomba riset, dan ajang kompetisi mata pelajaran, sedangkan kategori non-akademik meliputi olahraga, seni, kepemimpinan, hingga kegiatan ekstrakurikuler lainnya.
Menurut pihak sekolah, para penerima beasiswa merupakan siswa yang telah menunjukkan konsistensi dalam berprestasi sekaligus aktif mengharumkan nama sekolah melalui berbagai kompetisi. Proses seleksi dilakukan secara ketat berdasarkan rekam jejak prestasi yang telah diverifikasi oleh sekolah bersama pembina masing-masing bidang.
Dalam sambutannya di hadapan peserta upacara, Herynugroho menegaskan bahwa pemberian beasiswa merupakan bagian dari strategi sekolah untuk memperkuat budaya berprestasi di kalangan siswa. Ia menilai sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter unggul, disiplin, dan daya saing.
“Kami ingin memberikan apresiasi nyata kepada siswa yang telah berjuang dan berprestasi. Harapannya, ini menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas diri,” ujarnya.
Baca juga:Ratusan Siswa SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Digembleng Jiwa Kepemimpinan di Lereng Merapi
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penentuan penerima beasiswa didasarkan pada sistem poin prestasi yang diterapkan sekolah. Setiap capaian siswa dikonversi menjadi poin sesuai tingkat kompetisi dan kualitas ajang yang diikuti.
Dalam sistem tersebut, prestasi tingkat internasional memperoleh bobot poin tertinggi, disusul tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, hingga sekolah. Selain jenjang kompetisi, kredibilitas penyelenggara juga menjadi salah satu indikator dalam menentukan nilai poin siswa.
“Semakin tinggi level kompetisi yang diikuti, maka semakin besar poin yang diperoleh. Kami ingin semua usaha siswa terukur dengan jelas dan dihargai secara proporsional,” jelas Herynugroho.
Penerapan sistem poin tersebut, lanjutnya, dirancang untuk menciptakan mekanisme penilaian yang objektif, transparan, dan adil. Melalui skema ini, sekolah berharap siswa tidak hanya aktif mengikuti lomba skala kecil, tetapi juga berani bersaing pada kompetisi yang lebih prestisius di tingkat nasional maupun internasional.
Di sisi lain, program beasiswa prestasi dinilai memberikan dampak positif terhadap perkembangan akademik maupun psikologis siswa. Pemberian penghargaan dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri, memperkuat motivasi belajar, sekaligus menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat dan kolaboratif di lingkungan sekolah.
Para penerima beasiswa pun menyambut positif program tersebut. Mereka mengaku bangga atas penghargaan yang diberikan sekolah dan merasa usaha yang telah dilakukan mendapat pengakuan yang layak. Sejumlah siswa bahkan bertekad mengikuti lebih banyak kompetisi bergengsi pada masa mendatang.
Program beasiswa prestasi ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai tradisi SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dalam mencetak generasi unggul, berkarakter, serta memiliki daya saing global.***
Baca juga:SMA Muhi Lepas 421 Generasi Berprestasi Tahun 2025/2026