LAKSAMANA, datariau.com - Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berpadu dengan syiar Islam di Desa Sumbersari, Kecamatan Laksamana. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 44 menggelar Festival Anak Saleh di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Raudhatud Tholibin, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program pengabdian mahasiswa KKN UMRI yang memadukan semangat nasionalisme dengan nilai-nilai keislaman dalam rangka menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Kehadiran mahasiswa KKN UMRI Kelompok 44 mendapat sambutan antusias dari anak-anak, orang tua, pengurus TPQ, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Kegiatan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun keberanian, kreativitas, serta karakter anak sejak usia dini.
Baca juga:Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 114 Edukasi Siswa MTs Negeri 007 Kuntu tentang Bahaya Narkotika dan Judol
Sejumlah perlombaan edukatif dan religius digelar dalam festival tersebut. Untuk anak-anak tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), panitia menghadirkan Lomba Mewarnai yang bertujuan mengembangkan kreativitas sekaligus kemampuan motorik anak.
Sementara itu, bagi peserta lainnya diselenggarakan Lomba Adzan, Hafalan Surat Pendek, Pidato Islami, serta Bacaan Shalat. Beragam cabang lomba tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan keagamaan sekaligus melatih keberanian anak-anak tampil di hadapan orang lain.
Suasana perlombaan berlangsung meriah. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan meski sebagian peserta sempat menunjukkan rasa gugup ketika harus tampil di depan dewan juri yang berasal dari mahasiswa KKN UMRI.
Baca juga:Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 40 Ajak Siswa SMPN 3 Tuah Indrapura Berani Lawan Bullying
Suara lantang peserta ketika mengumandangkan adzan, kelancaran dalam melafalkan surat-surat pendek Al-Qur'an, keberanian menyampaikan pidato Islami, hingga kemampuan mempraktikkan bacaan shalat menjadi bagian menarik dalam kegiatan tersebut.
Dukungan orang tua dan guru mengaji juga terlihat selama perlombaan berlangsung. Kehadiran mereka memberikan motivasi tersendiri bagi anak-anak untuk tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 44 menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang. Festival Anak Saleh diharapkan menjadi ruang pembinaan karakter dan evaluasi kemampuan keagamaan anak-anak yang selama ini belajar di TPQ Raudhatud Tholibin.
Baca juga:Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak didorong untuk memiliki keberanian, kedisiplinan, kreativitas, serta kecintaan terhadap nilai-nilai agama. Di sisi lain, semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga dihadirkan sebagai momentum untuk menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini.
Komitmen mahasiswa KKN UMRI Kelompok 44 tidak berhenti setelah festival berakhir. Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa turut mengintegrasikan kegiatan tersebut dengan program rutin "Magrib Mengaji" yang dilaksanakan setiap pekan di TPQ Raudhatud Tholibin.
Program Magrib Mengaji menyasar anak-anak hingga remaja untuk menghidupkan kembali aktivitas keagamaan pada waktu antara Magrib hingga Isya. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator yang mendampingi anak-anak dalam membaca dan mengkaji Al-Qur'an.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Program berkelanjutan ini diharapkan dapat menjaga semangat belajar agama yang telah tumbuh melalui Festival Anak Saleh. Dengan demikian, kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya memberikan pengalaman sesaat, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter generasi muda di Desa Sumbersari.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN UMRI, pengurus TPQ, tokoh agama, orang tua, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan kegiatan tersebut.