Pengembangan Produksi dan Kosumsi Masyarakat oleh Mahasiswa KKN Tematik UPI Bandung di Kampung Tualang

datariau.com
1.830 view
Pengembangan Produksi dan Kosumsi Masyarakat oleh Mahasiswa KKN Tematik UPI Bandung di Kampung Tualang

SIAK, datariau.com - Fokus pada salah satu tema SDG?s desa mengenai konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan yang sesuai dengan topik KKN Tematik yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia, kelompok 144 yang mengambil fokus kegiatan KKN di Kampung Tualang mengusung berbagai kegiatan guna pengembangan produksi dan konsumsi masyarakat.

Adapun beberapa bentuk kegiatan yang telah terlaksana ialah:

A. Optimalisasi Saripati Daun Cincau Berwujud Aia Aka sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Konsumsi dan Produksi Masyarakat Desa Tualang

Aia aka merupakan minuman tradisional yang awalnya berasal dari saripati akar tanaman kalimpanang. Namun dikarenakan akar kalimpanang semakin lama sulit ditemukan, maka diganti dengan sari pati daun cincau yang telah melewati tahap perasan. Cita rasa tradisional yang khas dimiliki oleh Aia aka ini menjadi wadah pelestarian minuman tradisional kaya manfaat selain dijadikan sebagai mata pencaharian oleh Bapak Iky di Desa Tualang. Bapak Iky mulai berjualan Aia aka sejak tahun 1998 hingga sekarang. Bahan baku yang digunakan oleh Bapak Iky ialah daun cincau yang dibudidayakan di halaman rumahnya, sehingga dapat dikatakan bahan baku untuk pembuatan Aia Aka ini cukup mudah diperoleh. Daun cincau merupakan bahan baku utama dalam pembuatan Aia Aka yang diproduksi oleh Bapak Iky. Tetapi terdapat bahan baku pendukung lainnya yakni daun bunga putih/pecah piring, gula merah, gula putih, vanili dan santan. Adapun proses pembuatan Aia Aka yang dilalui oleh Bapak Iky ialah:

1. Daun cincau awalnya digongseng/sangrai agar aroma tidak sedap pada daun tersebut hilang

2. Hasil gongsengan daun cincau tersebut kemudian diperas sehingga mengeluarkan air

3. Jumlah kadar air dan daun cincau harus imbang agar adonan cincau utuh dan menyatu (tidak pecah)

4. Kemudian masukkan bunga putih/pecah piring yang tidak melewati tahap gonsengan/sangrai. Bunga putih ini berfungsi untuk mengurangi kadar air

5. Biasanya Bapak Iky membutuhkan bahan penunjang lainnya untuk pembuatan Aia Aka seperti kelapa sebanyak 3 buah, gula merah 4 buah, gula putih ? kg, vanili secukupnya

6. Bapak Iky membutuhkan satu jam untuk menunggu cincau dari Aia Aka mengeras dan siap untuk dikonsumsi

7. Aia Aka murni tanpa bahan pengawet dapat bertahan selama satu hari penuh

B. Upaya Penanggulan Sampah Anorganik Melalui Gerakan Pengurangan Wadah Styrofoam Guna Mencapai Indonesia Sehat Bebas Sampah Plastik

Styrofoam menjadi wadah pilihan yang sering diandalkan bagi pemilik gerai makanan dan minuman, karena memiliki keuntungan bagi
para pedagang seperti harganya yang murah, praktis dan tidak mudah bocor. Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan styrofoam ini termasuk dalam kategori plastik nomor 6, yaitu polystyrene (PS) sehingga material ini sulit terurai secara oleh alam, hal ini akan berdampak buruk bagi kesehatan manusia, kerusakan tanah akbiat pemakain styrofoam yang berlebihan, serta pencemaran lingkungan.

Masalah ini tidak hanya terjadi di perkotaan saja tetapi di perdesaan juga banyak pedagang yang memakai styrofoam, khusunya di Kabupaten Siak Provinsi Riau Kecamatan Tualang. Kelompok 144 mengangkat pembahasan mengenai upaya penanggulan sampah anorganik melalui gerakan pengurangan wadah styrofoam guna mencapai indonesia sehat bebas sampah plastik. Menurut hasil survei dengan para pedagang yang menggunakan wadah styrofoam di Kecamatan Tualang, sedikit yang mengetahui dampak buruk dari penggunaan styrofoam ini. Para pedagang yang menggunakan styrofoam bisa mencapai 2 dus dalam 1 hari, tergantung banyaknya pembeli pada hari itu. Diliat dari fenomena yang ada, kurangnya edukasi mengenai dampak buruk pengunaan styrofoam yang berlebihan.

Dengan melakukan gerakan pengurangan wadah styrofoam guna mencapai indonesia sehat bebas akan sampah, hal ini bisa diwujudkan dengan cara melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya dan dampak negatif limbah sytrofoam bagi kesehatan, adanya kerjasama antara pemerintah dan desa setempat, serta peranan aktif masyarakat tentang kesadaran untuk melestarikan lingkungan.

C. Daya Tarik Wisata Desa Sebagai Peningkatan Pemberdayaan dan UMKM Masyarakat

Saat ini keberadaan dari adanya daya tarik wisata tak hanya sebagai tempat untuk rekreasi dan berlibur di waktu luang. Banyak yang masih belum menyadari bahwa keberadaan dari suatu daya tarik wisata yang ada dapat menjadi sumber dari pemberdayaan masyarakat yang bisa diterapkan untuk menigkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu daya tarik wisata yang dapat mengoptimalkan ini adalah melalui daya tarik wisata yang ada di sebuah desa. Di Kampung Tualang terdapat sebuah Daya Tarik Wisata Buatan yang berbgabung dengan konsep alam tepian sungai yaitu Daya Tarik Wisata Teluk Jangkang. Teluk Jangkang ini merupakan daya tarik wisata yang dikelola oleh masyarakat setempat mulai dari pembangunannya hingga saat ini.

Sebagai bentuk dari daya tarik yang berada dalam geografis yang masih bersangkutan denga desa, keberadaan Teluk Jangkang ini
ternyata banyak menyerap kebesangkutan yang ada di masyarakat di desa. Hal ini berkaitan dengan dapat bergabungnya masyarakat yang bergerak dalam usaha kecil menengah untuk berpartisipasi di dalam Teluk Jangkang ini. UMKM masyarakat yang bergabung di dalamnya dapat berjualan makanan dan minuman. Tak hanya itu dari keberadaannya juga membantu tempat untuk berkaryanya senima seniman musik tradisional dan dapat menampilkan kesenian tradisional.

D. Pengolahan Limbah Pabrik Menjadi Kerajinan Anyaman di Desa Tualang

Ide kreatif memanfaatkan limbah pabrik banyak dilakukan warga Tualang. Sejak 2008 berdiri, Bapak E.M. Nur mengaku sudah terbiasa dengan kegiatan menganyam tali plastik. Bahan untuk keranjang, disebutnya juga berasal dari limbah industri tekstil. Plastik yang dianyam itu adalah limbah tali dari beberapa industri di Indahkiat Tualang. Cara membuatnya terkesan mudah, Meski disebut Bpk. E.M Nur tetap harus teliti dan ulet. Pembuatan kerajinan ini diawali dengan pembentukan pola dan menentukan bentuk kerajinan. Kemudian tali yang sudah disiapkan, perlahan dianyam hingga membentuk pola yang diinginkan. Dikerjakan sendiri, setiap hari ia mengaku bisa membuat satu hingga 10 bentuk kerajinan berbahan plastik tersebut.

Awalnya Bapak E.M Nur hanya membuat anyaman tersebut buat dirumah dia saja ternyata tetangga bpk. E.M. Nur berminat dan dibuatlah oleh beliau. Anyaman ini bisa dikenal banyak masyarakat dikearenakan Camat membawa anyaman ini suatu pameran dan disitu banyak peminatnya oleh masyarakat. Dikarenakan masyarakat banyak yang menganggur dikarenakan PT. Surya Dumai tutup. Bpk. E.M. Nur dipanggil bupati tahun 2010 dan ia membuka lowongan kerja buat warga setempat yang sedang nagnggur atau tidak ada pekerjaan. Disaat dibukanya lowongan kerja beliau hanya memiliki 17 orang anggota untuk membuat anyaman tersebut. Ditahun 2012 anyaman tersebut juara 1 se Prov. Riau setelah itu anyaman tersebut dibawa kejakarta Alhamdulillah juara 3 Se-nasional. Beliau kembali membuka lowongan pekerjaan dikarenakan Peminat dari anyaman tersebut semakin membludak hingga memiliki 100 Anggota. Beliau memerlukan 85 Ton tali bekas tiap bulannya dikarenakan semenjak adanya virus corona tali tersebut Cuma ada 50 ton/bln nya.

Maka dari itu Bpk. E.M.Nur mengurangi karyawannya sekarang menjadi 56 Anggota dikarenakan bahan baku yang masuk sedikit. Bpk E.M. Nur ini tidak hanya membuat kerangjang saja tetapi ia juga membuat anyaman lainnya seperti, tempat buah, keranjang belanja, tikar, pot bunga, dan masih banyak yg lainnya. Sementara untuk pemasaran, Bpk. E.M.Nur mengaku harus menunggu pesanan. Barang-barang yang dibuat biasanya akan dipesan terlebih dahulu dan diambil setelah jadi dengan jumlah sesuai pesanan. ?Kalau penjualannya sudah ke beberapa kota di luar desa tualang, seperti Sumatera Utara, Riau, Sumatera barat, Pulau Jawa bahkan Bali juga pernah.

E. Optimasi Proses Pembuatan Susu Kedelai Murni Berbasis Home Industry Guna Peningkatan Produksi dan Konsumsi Masyarakat Desa Tualang


Pada pelaksanaan KKN Tematik UPI tahun 2021/2022 mengangkat tema mengenai SDG?s desa. Salah satu bagian dari SDG?s desa adalah produksi dan konsumsi. Maka dari itu Kelompok 144 KKN Kampung Tualang melakukan observasi terkait optimasi proses pembuatan susu kedelai murni berbasis home industry guna peningkatan produksi dan konsumsi masyarakat desa Tualang. Usaha susu kedelai murni berbasis home industry ini sudah mulai dirintis oleh Bapak Tomo sejak tahun 2000. Pak Tomo memulai usaha ini dari nol dan berjalan lancar hingga saat ini. Selain memproduksi susu kedelai, usaha rumahan yang dijalankan oleh Bapak Tomo juga memproduksi tahu dan tempe. Yang dimana ketiga hasil olahan tersebut berbahan baku dari kacang kedelai.

Hingga saat ini pemasaran dari hasil produksi usaha rumahan yang dijalankan Bapak Tomo berjalan lancar. Pemasaran dilakukan hampir di seluruh kawasan desa Tualang mulai dari pasar, warung, hingga rumah makan yang ada di Desa Tualang. Adapun karyawan yang bekerja di usaha rumahan Bapak Tomo pada saat ini berjumlah kurang lebih dua puluh orang. Pada saat melakukan wawancara dengan Bapak Tomo, Pak Tomo mengatakan bahwa sejak tahun 2005 peminat susu kedelai sudah banyak dan berkembang pesat hingga saat ini. Hal ini dikarenakan warga yang ada di Desa Tualang sudah sadar akan manfaat dari susu kedelai. Selain kaya akan manfaat, susu kedelai juga mudah di dapat dan harganyapun terjangkau untuk berbagai kalangan masyarakat.

Seperti itulah potret kegiatan KKN Tematik yang telah dilakukan oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia di Kampung Tualang. (rls)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)