Pengembangan Produksi dan Kosumsi Masyarakat oleh Mahasiswa KKN Tematik UPI Bandung di Kampung Tualang

datariau.com
1.829 view
Pengembangan Produksi dan Kosumsi Masyarakat oleh Mahasiswa KKN Tematik UPI Bandung di Kampung Tualang

SIAK, datariau.com - Fokus pada salah satu tema SDG?s desa mengenai konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan yang sesuai dengan topik KKN Tematik yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia, kelompok 144 yang mengambil fokus kegiatan KKN di Kampung Tualang mengusung berbagai kegiatan guna pengembangan produksi dan konsumsi masyarakat.

Adapun beberapa bentuk kegiatan yang telah terlaksana ialah:

A. Optimalisasi Saripati Daun Cincau Berwujud Aia Aka sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Konsumsi dan Produksi Masyarakat Desa Tualang

Aia aka merupakan minuman tradisional yang awalnya berasal dari saripati akar tanaman kalimpanang. Namun dikarenakan akar kalimpanang semakin lama sulit ditemukan, maka diganti dengan sari pati daun cincau yang telah melewati tahap perasan. Cita rasa tradisional yang khas dimiliki oleh Aia aka ini menjadi wadah pelestarian minuman tradisional kaya manfaat selain dijadikan sebagai mata pencaharian oleh Bapak Iky di Desa Tualang. Bapak Iky mulai berjualan Aia aka sejak tahun 1998 hingga sekarang. Bahan baku yang digunakan oleh Bapak Iky ialah daun cincau yang dibudidayakan di halaman rumahnya, sehingga dapat dikatakan bahan baku untuk pembuatan Aia Aka ini cukup mudah diperoleh. Daun cincau merupakan bahan baku utama dalam pembuatan Aia Aka yang diproduksi oleh Bapak Iky. Tetapi terdapat bahan baku pendukung lainnya yakni daun bunga putih/pecah piring, gula merah, gula putih, vanili dan santan. Adapun proses pembuatan Aia Aka yang dilalui oleh Bapak Iky ialah:

1. Daun cincau awalnya digongseng/sangrai agar aroma tidak sedap pada daun tersebut hilang

2. Hasil gongsengan daun cincau tersebut kemudian diperas sehingga mengeluarkan air

3. Jumlah kadar air dan daun cincau harus imbang agar adonan cincau utuh dan menyatu (tidak pecah)

4. Kemudian masukkan bunga putih/pecah piring yang tidak melewati tahap gonsengan/sangrai. Bunga putih ini berfungsi untuk mengurangi kadar air

5. Biasanya Bapak Iky membutuhkan bahan penunjang lainnya untuk pembuatan Aia Aka seperti kelapa sebanyak 3 buah, gula merah 4 buah, gula putih ? kg, vanili secukupnya

6. Bapak Iky membutuhkan satu jam untuk menunggu cincau dari Aia Aka mengeras dan siap untuk dikonsumsi

7. Aia Aka murni tanpa bahan pengawet dapat bertahan selama satu hari penuh

B. Upaya Penanggulan Sampah Anorganik Melalui Gerakan Pengurangan Wadah Styrofoam Guna Mencapai Indonesia Sehat Bebas Sampah Plastik

Styrofoam menjadi wadah pilihan yang sering diandalkan bagi pemilik gerai makanan dan minuman, karena memiliki keuntungan bagi
para pedagang seperti harganya yang murah, praktis dan tidak mudah bocor. Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan styrofoam ini termasuk dalam kategori plastik nomor 6, yaitu polystyrene (PS) sehingga material ini sulit terurai secara oleh alam, hal ini akan berdampak buruk bagi kesehatan manusia, kerusakan tanah akbiat pemakain styrofoam yang berlebihan, serta pencemaran lingkungan.

Masalah ini tidak hanya terjadi di perkotaan saja tetapi di perdesaan juga banyak pedagang yang memakai styrofoam, khusunya di Kabupaten Siak Provinsi Riau Kecamatan Tualang. Kelompok 144 mengangkat pembahasan mengenai upaya penanggulan sampah anorganik melalui gerakan pengurangan wadah styrofoam guna mencapai indonesia sehat bebas sampah plastik. Menurut hasil survei dengan para pedagang yang menggunakan wadah styrofoam di Kecamatan Tualang, sedikit yang mengetahui dampak buruk dari penggunaan styrofoam ini. Para pedagang yang menggunakan styrofoam bisa mencapai 2 dus dalam 1 hari, tergantung banyaknya pembeli pada hari itu. Diliat dari fenomena yang ada, kurangnya edukasi mengenai dampak buruk pengunaan styrofoam yang berlebihan.

Dengan melakukan gerakan pengurangan wadah styrofoam guna mencapai indonesia sehat bebas akan sampah, hal ini bisa diwujudkan dengan cara melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya dan dampak negatif limbah sytrofoam bagi kesehatan, adanya kerjasama antara pemerintah dan desa setempat, serta peranan aktif masyarakat tentang kesadaran untuk melestarikan lingkungan.

C. Daya Tarik Wisata Desa Sebagai Peningkatan Pemberdayaan dan UMKM Masyarakat

Saat ini keberadaan dari adanya daya tarik wisata tak hanya sebagai tempat untuk rekreasi dan berlibur di waktu luang. Banyak yang masih belum menyadari bahwa keberadaan dari suatu daya tarik wisata yang ada dapat menjadi sumber dari pemberdayaan masyarakat yang bisa diterapkan untuk menigkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu daya tarik wisata yang dapat mengoptimalkan ini adalah melalui daya tarik wisata yang ada di sebuah desa. Di Kampung Tualang terdapat sebuah Daya Tarik Wisata Buatan yang berbgabung dengan konsep alam tepian sungai yaitu Daya Tarik Wisata Teluk Jangkang. Teluk Jangkang ini merupakan daya tarik wisata yang dikelola oleh masyarakat setempat mulai dari pembangunannya hingga saat ini.

Sebagai bentuk dari daya tarik yang berada dalam geografis yang masih bersangkutan denga desa, keberadaan Teluk Jangkang ini
ternyata banyak menyerap kebesangkutan yang ada di masyarakat di desa. Hal ini berkaitan dengan dapat bergabungnya masyarakat yang bergerak dalam usaha kecil menengah untuk berpartisipasi di dalam Teluk Jangkang ini. UMKM masyarakat yang bergabung di dalamnya dapat berjualan makanan dan minuman. Tak hanya itu dari keberadaannya juga membantu tempat untuk berkaryanya senima seniman musik tradisional dan dapat menampilkan kesenian tradisional.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)