DATARIAU.COM-Pedagogi hijau merupakan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan nilai keberlanjutan dan kepedulian lingkungan ke dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga pada pembentukan kesadaran dan tanggung jawab ekologis siswa (Fitriyah & Rahmadani, 2020). Dalam mata pelajaran Biologi, pedagogi hijau memiliki keterkaitan yang erat karena materi yang dipelajari berhubungan langsung dengan makhluk hidup dan lingkungannya.
Pemanfaatan taman sekolah sebagai media pembelajaran menjadi langkah konkret dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Taman sekolah dapat berfungsi sebagai laboratorium hidup yang memungkinkan siswa belajar melalui pengalaman langsung. Melalui kegiatan observasi, siswa dapat mengidentifikasi jenis tumbuhan, mengamati struktur morfologi daun, memahami proses penyerbukan, serta melihat interaksi antarorganisme dalam ekosistem sederhana (Aryani & Khairunnisa, 2021). Pengalaman tersebut membantu siswa mengaitkan teori yang dipelajari di kelas dengan kondisi nyata di lingkungan sekitar.
Selain memperkuat pemahaman konsep, kegiatan belajar di taman sekolah juga mengembangkan keterampilan proses sains. Siswa dilatih untuk melakukan pengamatan sistematis, mencatat data, mengelompokkan hasil temuan, dan menyusun kesimpulan sederhana. Aktivitas ini mendorong pembelajaran yang aktif dan partisipatif. Penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dapat meningkatkan pemahaman konsep sekaligus kesadaran ekologis peserta didik (Rahayu & Indrawati, 2020).
Taman sekolah juga memiliki peran penting dalam pembentukan karakter. Melalui kegiatan menanam, merawat tanaman, dan menjaga kebersihan lingkungan, siswa belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap alam. Nilai-nilai tersebut tumbuh melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas nyata (Laila & Nuraini, 2021). Dengan demikian, pembelajaran biologi tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psikomotorik.
Meskipun demikian, pemanfaatan taman sekolah masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan fasilitas dan kurang optimalnya integrasi dengan perencanaan pembelajaran. Namun, dengan kreativitas guru dan dukungan kebijakan sekolah, taman sekolah dapat dioptimalkan sebagai sarana pembelajaran yang efektif. Secara keseluruhan, taman sekolah merupakan sumber belajar yang kaya dan relevan dalam pedagogi hijau. Melalui pengalaman langsung di lingkungan sekolah, siswa tidak hanya memahami konsep biologi, tetapi juga belajar menjaga dan menghargai keberlanjutan kehidupan di sekitarnya.*
*Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau