Partisipasi Tim Kukerta UNRI dalam Kegiatan Posyandu sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Dusun 1 Desa Teluk Kenidai

datariau.com
620 view
Partisipasi Tim Kukerta UNRI dalam Kegiatan Posyandu sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Dusun 1 Desa Teluk Kenidai

DATARIAU.COM - Upaya pencegahan dan penanggulangan stunting sangat diharapkan terutama terkait pemenuhan gizi anak dan pengurangan angka kasus stunting di Indonesia.

Angka kasus stunting di Indonesia masih tinggi bahkan menduduki peringkat 4 di dunia.

Keluarga Berencana Nasional memprediksi bahwa 4 tahun kedepan dari 20 juta kelahiran bayi, tujuh juta diantaranya berpotensi mengalami stunting.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di Dusun 1, Tim Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau ikut berpartisipasi dalam Kegiatan Ingin Maju Desa Teluk Kanidai di Dusun 1 Desa Teluk Kenidai pada Jumat (13/8/2021).

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Tetapi terdapat Faktor lingkungan yang berperan dalam menyebabkan perawakan pendek antara lain status gizi ibu, tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, dan angka kejadian infeksi di awal kehidupan seorang anak Serta dapat disebabkan oleh faktor genetik dan hormonal.

Akan tetapi, sebagian besar perawakan pendek disebabkan oleh malnutrisi. Jika gizi tidak dicukupi dengan baik, dampak yang ditimbulkan memiliki efek jangka pendek dan efek jangka panjang.

Gejala stunting jangka pendek meliputi hambatan perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, perkembangan otak yang tidak maksimal yang dapat mempengaruhi kemampuan mental dan belajar tidak maksimal, serta prestasi belajar yang buruk.

Sedangkan gejala jangka panjang meliputi obesitas, penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis.

Untuk mencegah stunting, konsumsi protein sangat mempengaruhi pertambahan tinggi dan berat badan anak di atas 6 bulan.

Anak yang mendapat asupan protein 15 persen dari total asupan kalori yang dibutuhkan terbukti memiliki badan lebih tinggi dibanding anak dengan asupan protein 7,5 persen dari total asupan kalori.

Anak usia 6 sampai 12 bulan dianjurkan mengonsumsi protein harian sebanyak 1,2 g/kg berat badan. Sementara anak usia 1-3 tahun membutuhkan protein harian sebesar 1,05 g/kg berat badan.

Posyandu merupakan Pos Pelayanan Terpadu yang merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dilaksanakan oleh, dari, dan bersama masyarakat, guna memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk dapat memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi dan anak balita.

Kegiatan rutin posyandu seperti menimbang berat badan, mengukur tinggi badan, imunisas, pemberian vitamin serta pemberian makanan seperti bubur kacang hijau yang diadakan sebulan sekali.

Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar, Tim Kukerta berperan dengan ikut membantu dalam mempersiapkan kegiatan posyandu hingga berakhirnya kegiatan tersebut. (rls)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)