Melihat Indahnya Agrowisata Sawah Desa Mentayan Bengkalis

Ruslan
153 view
Melihat Indahnya Agrowisata Sawah Desa Mentayan Bengkalis
Foto: Sri Oktavia
Agrowisata Sawah Mentayan, Bengkalis.

BENGKALIS, datariau.com - Agrowisata sawah Mentayan merupakan salah satu destinasi wisata yang berlokasi di Desa Mentayan, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Agrowisata sawah Mentayan ini tergolong sebagai destinasi wisata baru yang mulai dibuka pada akhir tahun 2020. Objek wisata yang menawarkan indahnya hamparan pemandangan sawah yang luas ini kini kian diminati masyarakat. Sawah ini juga berdampingan dengan hutan mengrove yang menghadap ke arah Pantai Selatbaru/ Selat Malaka.

Awalnya destinasi wisata ini hanyalah sawah biasa, namun kini tampilannya disulap hingga memukau setiap mata yang memandang.

Setibanya pengunjung di lokasi, pengunjung akan melalui gerbang yang terbuat dari kayu yang bertuliskan ‘’Selamat Datang di Agrowisata Desa Mentayan’’.

Begitu memasuki gerbang, pengunjung akan langsung dimanjakan dengan pemandangan indah areal persawahan dan banyaknya stand tempat menjajakan makanan ringan dan berbagai jenis kuliner khas setempat dengan harga yang terjangkau, salah satu yang menjadi primadona adalah lotek.

‘’Agrowisata ini dulu hanya dibuat atas inisiatif pemuda dusun saja. Ketika musim padi tiba, pemuda berinisiatif membuat sebuah pondok tempat duduk sekaligus spot foto. Setelah beberapa bulan, bersamaan dengan musim pandemi, banyak orang olahraga bersepeda yang datang berkunjung. Banyak anak muda khususnya yang berfoto lalu di upload di media sosial, maka sejak tahun 2020 akhir sawah ini menjadi viral. Pasca viral, para pemuda mendapat sedikit bantuan dana dari pemerintah desa untuk biaya pengelolaan sawah sebagai tempat wisata, dan sampai sekarang inilah disebut sebagai agrowisata Mentayan. Dengan adanya bantuan dana itu kami bersama masyarakat berhasil membuat beberapa spot foto," terang Khairul Syahrizal, pemuda setempat sekaligus ketua pengelola agrowisata sawah Mentayan.

Tahun ini akan dibuat inovasi yang berbeda dari tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya para pengunjung beristirahat di saung atau gubug milik petani dan hanya ada satu saung khusus untuk umum, kini sudah dibangun tambahan beberapa saung khusus untuk menjamu para wisatawan atau pengunjung.

Saung-saung ini dibangun dengan ukuran yang lebih besar agar pengunjung semakin nyaman. Saung ini dibangun tepat menghadap pada hamparan padi yang terbentang luas. Selain itu, di destinasi agrowisata sawah Mentayan ini juga disediakan berbagai spot untuk swafoto.

Spot-spot foto ini dibuat disekitaran kanan dan kiri sepanjang areal jalan persawahan. Beberapa spot foto ada kursi/ dudukan bambu, ayunan, papan-papan tulisan, hingga yang terbaru jambatan pendek berwarna merah yang dibuat mengarah kearah persawahan.

Setiap harinya, pihak pengelola dan organisasi pemuda tampak berkumpul di areal persawahan untuk melakukan gotong royong demi kebersihan dan kenyamanan pengunjung.

Untuk semakin memperkenalkan destinasi agrowisata ini, pihak pengelola bekerjasama dengan dinas pariwisata kecamatan Bantan membuat poster-poster yang berisi ajakan berkunjung ke sawah Mentayan dengan agenda yang bermacam-macam seperti acara makan bersama di sawah.

Destinasi wisata ini setiap harinya selalu dikunjungi para wisatawan. Kunjungan tidak hanya berasal dari masyarakat setempat, melainkan juga masyarakat dari luar daerah. Biasanya, puncak keramaian terjadi pada hari sabtu dan minggu.

Untuk biaya masuk sendiri ditetapkan tarif dua ribu rupiah perorang. Setelah pengunjung membayar dan mendapatkan tiket, pengunjung sudah bebas menikmati keindahan sawah padi yang membentang luas nan indah.

Selain berperan sebagai objek wisata, masyarakat Desa Mentayan juga berupaya menjadikan agrowisata sebagai salah satu jalan untuk membantu mengembangkan perekonomian masyarakat.

‘’Jika untuk membantu ekonomi masyarakat itu jelas, tujuannya adalah untuk mengembangkan UMKM masyarakat Desa Mentayan. Karena kan sekarang banyak orang berjualan disekitaran sini," pungkas Khairul Syahrizal.

Dengan adanya agrowisata ini, diharapkan tujuan yang ingin dicapai masyarakat Desa Mentayan dapat tercapai dan terus berinovasi memajukan wisata berbasis alam sekaligus memotivasi desa lain untuk turut berkembang. (sri)

Penulis : Sri Oktavia (Mahasiswi Himaprodi Pendidikan Sejarah UNRI).

Dosen Pengampu : Yuliantoro, M.Pd

Penulis
: Sri Oktavia
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: Datariau.com