DATARIAU.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Berdampak (KUKERTA Berdampak) Universitas Riau (Unri) melaksanakan program kerja bertajuk "Pendidikan Berkualitas" di Desa Rambahan dengan fokus pada peningkatan kemampuan literasi, numerasi, membaca huruf hijaiyah, serta penguatan karakter dan literasi digital anak-anak.
Program tersebut menyasar siswa-siswi SD Negeri 005 Rambahan serta anak-anak yang mengikuti kegiatan belajar di Posko KUKERTA Berdampak Unri. Kegiatan berlangsung sejak 2 hingga 24 Juli 2026 dengan memanfaatkan media audio visual sebagai metode utama pembelajaran agar materi lebih mudah dipahami dan mampu meningkatkan minat belajar peserta didik.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa menghadirkan proses pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan kontekstual. Penggunaan media audio visual dinilai efektif membantu anak-anak memahami materi literasi, numerasi, maupun pembelajaran membaca huruf hijaiyah dengan lebih baik.
Baca juga:Mahasiswa KKN Universitas Riau Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 009 Pulau Ingu
Program ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas di tingkat dasar, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada sektor pendidikan.
Selama menjalankan kegiatan di lapangan, mahasiswa juga menemukan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian. Selain masih perlunya penguatan kemampuan literasi dasar, mereka mendapati adanya perilaku perundungan (bullying) di lingkungan sekolah serta rendahnya pemahaman anak-anak mengenai penggunaan media sosial secara bijak.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KUKERTA Berdampak Unri menambah dua agenda edukasi berupa sosialisasi pencegahan bullying dan literasi digital.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Siswa SMPN 4 Singingi tentang Bahaya Kenakalan Remaja
Sosialisasi pencegahan bullying dilaksanakan pada 18 Juli 2026 mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya saling menghargai, menghormati perbedaan, serta dampak negatif perundungan terhadap korban maupun lingkungan sekolah.
Sementara itu, sosialisasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak dilaksanakan pada 25 Juli 2026 pada pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengajak siswa memahami pentingnya menggunakan media sosial secara sehat, bertanggung jawab, dan tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif di dunia digital.
Kedua kegiatan tersebut dirancang sebagai upaya membentuk karakter peserta didik agar lebih peduli terhadap sesama, memiliki empati, serta mampu menjadi generasi yang cerdas dalam memanfaatkan teknologi informasi.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta FISIP UNRI Sosialisasikan Anti-Bullying di SDN 153 Pekanbaru, Tanamkan Budaya Sekolah Ramah Anak
Kepala SD Negeri 005 Rambahan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai pencegahan bullying dan penggunaan media sosial sangat dibutuhkan oleh siswa sekolah dasar di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
"Menurut kami, program ini sangat penting. Karena agar anak-anak kita bisa terhindar dari bullying di sekolah ini, dan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar ini berjalan dengan lancar tanpa ada paksaan dan bullying dari teman-temannya. Kemudian dalam bersosial media, di dalam sosial media ini anak-anak kita harus diperhatikan. Karena dengan adanya sosialisasi ini, mudah-mudahan anak-anak kita, anak-anak SDN 005 Rambahan ini, bisa menggunakan media sosial itu dengan bijak dan baik tanpa harus berlebihan. Karena di dalam pemakaian media sosial ini sangat besar pengaruhnya. Dengan ada sosialisasi ini, anak-anak kita bisa mengetahui dan paham bagaimana memakai media sosial dengan baik," ujarnya.
Program "Pendidikan Berkualitas" yang dijalankan mahasiswa KUKERTA Berdampak Unri menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan pengabdian, tetapi juga memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pendidikan yang dihadapi sekolah.