SMM PANEL INDO

Mahasiswa KUKERTA UNRI Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi di Desa Palung Raya

datariau.com
137 view
Mahasiswa KUKERTA UNRI Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi di Desa Palung Raya

KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 menghadirkan inovasi sederhana namun bernilai guna bagi masyarakat Desa Palung Raya, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Melalui program pengelolaan limbah rumah tangga, mahasiswa mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi.

Program tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya mendorong kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara tepat.

Minyak jelantah yang selama ini kerap dibuang begitu saja dimanfaatkan kembali menjadi produk yang lebih bermanfaat. Dengan proses pengolahan sederhana, limbah minyak goreng tersebut disulap menjadi lilin aromaterapi yang dapat digunakan sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai produk kerajinan.

Baca juga:FBN Sri Meranti Salurkan 38 Kg Minyak Jelantah ke TUKR, Dorong Pengelolaan Limbah Berkelanjutan


Kegiatan diawali dengan pengumpulan minyak jelantah yang kemudian melalui proses penyaringan. Tahapan ini dilakukan untuk memisahkan kotoran dan sisa makanan yang masih terdapat dalam minyak.

Setelah bersih, minyak jelantah diolah dengan mencampurkannya bersama bahan pendukung dan essence pewangi. Campuran tersebut kemudian dituangkan ke dalam cetakan yang telah dilengkapi sumbu.

Adonan lilin selanjutnya dibiarkan hingga mengeras. Setelah melalui proses tersebut, minyak jelantah yang sebelumnya dianggap sebagai limbah berubah menjadi lilin aromaterapi dengan tampilan dan aroma yang lebih menarik.

Baca juga:Sulap Limbah Jadi Cuan, Mahasiswa KUKERTA UNRI Ajarkan Pembuatan POC dan Lilin Aromaterapi di Tempuling


Tak hanya melakukan praktik pembuatan, mahasiswa KUKERTA UNRI juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai tahapan pengolahan minyak jelantah serta dampak yang dapat ditimbulkan apabila limbah tersebut dibuang sembarangan.

Masyarakat diperkenalkan pada konsep penggunaan kembali atau reuse, yakni memanfaatkan limbah rumah tangga agar tidak langsung berakhir sebagai pencemar lingkungan.

Pengelolaan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas. Dengan penggunaan berbagai pilihan aroma, warna, dan bentuk cetakan, lilin dapat dikembangkan menjadi produk kerajinan yang memiliki daya tarik.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Bahkan, produk tersebut berpotensi memiliki nilai ekonomi apabila dikemas dan dipasarkan dengan baik. Hal ini membuat program tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan produktif bagi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KUKERTA UNRI berharap masyarakat Desa Palung Raya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Masyarakat juga diharapkan semakin memahami bahwa limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, tidak selalu harus dibuang. Dengan kreativitas dan pengolahan yang tepat, limbah tersebut masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KUKERTA UNRI dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah masyarakat. Inovasi sederhana mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sekaligus menunjukkan bahwa persoalan limbah dapat diubah menjadi peluang yang kreatif dan bernilai tambah.***

Penulis
: Mukhlisin
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)