BENGKALIS, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) melakukan penyuluhan cegah stunting dengan melakukan demonstrasi MPASI di Desa Tanjung Damai, Kecamatan Siak Kecil. Penyuluhan stunting dilakukan pada Kamis 3 Agustus 2023 dimulai pada pukul 09.30-11.30 WIB.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Posyandu Anggrek Bulan yang dihadiri oleh perangkat serta warga desa yang terdiri dari ibu hamil dan orang tua yang memiliki bayi berumur 0-2 tahun. Penyuluhan stunting dilakukan langsung oleh mahasiswa Kukerta UNRI bersama dengan bidan desa beserta kader-kader Posyandu desa.
Melihat informasi mengenai kasus stunting di Desa Tanjung Damai, terdapat 2 anak yang terindikasi stunting. Hal tersebut diduga karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai stunting di desa. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap stunting tersebut.
Dalam penyuluhan tersebut kelompok kukerta tersebut menyampaikan materi tentang pencegahan stunting, dimana salah satu cara untuk mencegah stunting yaitu dengan memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) setelah bayi berusia 6 bulan. Adapun kegiatan ini dilakukan dengan penyampaian materi serta ditunjang dengan mendemonstrasikan cara pembuatan makanan pendamping asi (MPASI) menggunakan bahan yang mudah didapat dengan gizi yang tepat.
Adapun cara yang dilakukan untuk membuat makanan pendamping asi (MPASI) yaitu, langkah pertama dengan mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Alat yang diperlukan yaitu kuali/ panci, wadah untuk bahan, spatula, saringan, mangkok, dan sendok. Sedangkan bahan yang digunakan untuk satu porsi MPASI yaitu, 3 butir telur puyuh, 50 gram wortel, 50 gram tahu, 2 sdm nasi, 1⁄2 sdm margarin, 1 siung bawang merah, 1 siung bawang putih, 1⁄4 sdm garam, dan 1 gelas air kemasan. Setelah mempersiapkan alat dan bahan, langkah selanjutnya yaitu memulai pemasakan MPASI dengan melelehkan margarin lalu tumis bawang merah dan bawang putih. Tuang air secukupnya lalu masukkan 2 sdm nasi. Kemudian masukkan tahu, wortel, dan juga telur puyuh. Tunggu hingga mendidih kemudian matikan kompor, lalu haluskan menggunakan saringan dan sendok. Setelah halus, MPASI siap untuk disajikan.
“Kami selaku kader posyandu sangat senang mengetahui program cegah stunting yang dilakukan oleh mahasiswa kukerta UNRI. Program tersebut membantu kami dalam memberi edukasi kepada para ibu hamil dan orang tua bayi di Desa Tanjung Damai. Meski dengan bahan dan alat yang sederhana, namun adik-adik mahasiswa tetap memperhatikan makanan yang kaya akan gizi,” Ujar ketua kader Posyandu Anggrek Bulan.
Dengan dilakukannya penyuluhan cegah stunting ini sejalan dengan tema Program Kerja (PROKER) yang dipilih oleh mahasiswa KUKERTA UNRI yaitu tema unggulan dengan program "Identifikasi dan pengentasan stunting dengan pemanfaatan sumber daya pangan tempatan". (*)