SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan perundungan (bullying) kepada siswa SD Negeri 02 Desa Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja mahasiswa KUKERTA UNRI dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik.
Sosialisasi tersebut melibatkan guru dan seluruh siswa sebagai peserta utama. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian perundungan, berbagai bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, faktor-faktor penyebab munculnya perilaku tersebut, hingga dampak yang dapat ditimbulkan bagi korban, pelaku, maupun lingkungan sosial di sekitarnya.
Mahasiswa KUKERTA UNRI menjelaskan bahwa perundungan tidak hanya berupa tindakan kekerasan fisik, tetapi juga dapat berbentuk ejekan, penghinaan, pengucilan, intimidasi, hingga tindakan melalui media digital yang dapat memberikan dampak psikologis jangka panjang terhadap korban. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman sejak dini agar siswa mampu mengenali sekaligus mencegah terjadinya perilaku tersebut.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Bangun Kebun TOGA di Desa Lubuk Jering, Edukasi Warga Manfaatkan Tanaman Herbal untuk Kesehatan
Agar materi lebih mudah dipahami, penyampaian dilakukan secara interaktif melalui presentasi, diskusi, studi kasus sederhana, serta sesi tanya jawab. Metode tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan pengalaman, pendapat, maupun pertanyaan terkait perilaku perundungan yang pernah mereka lihat atau alami di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh antusias. Para siswa tampak bersemangat mengikuti setiap sesi, terutama saat diberikan contoh-contoh kasus sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka. Melalui diskusi tersebut, mahasiswa mengajak siswa memahami bahwa tindakan yang dianggap bercanda sekalipun dapat berubah menjadi perundungan apabila dilakukan secara terus-menerus dan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi orang lain.
Selain membahas bahaya bullying, mahasiswa KUKERTA UNRI juga mengajak peserta untuk menanamkan nilai-nilai saling menghormati, menghargai perbedaan, serta membangun komunikasi yang santun dengan teman maupun guru. Edukasi tersebut diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang lebih peduli terhadap sesama dan menciptakan budaya sekolah yang positif.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Buka Turnamen HUT RI ke-81 di Desa Lubuk Jering, Pererat Kebersamaan Lewat Olahraga dan Senam
Dalam kesempatan itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan apabila menjadi korban maupun menyaksikan tindakan perundungan. Mahasiswa menekankan pentingnya keberanian untuk melaporkan kejadian kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya sehingga permasalahan dapat ditangani secara tepat dan tidak berlarut-larut.
Ketua KUKERTA UNRI Desa Lubuk Jering, M. Zakky Wanna Seises, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pendidikan karakter sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan bebas dari perundungan.
"Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap siswa dapat memahami bahwa setiap tindakan perundungan memiliki dampak yang serius bagi orang lain. Kami juga berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan sikap saling menghargai, peduli terhadap sesama, serta membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan," ujarnya.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Pihak SD Negeri 02 Desa Lubuk Jering menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa KUKERTA UNRI terhadap pembentukan karakter peserta didik. Menurut pihak sekolah, materi yang disampaikan sangat relevan dengan upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, toleransi, dan saling menghormati antarwarga sekolah.
Guru-guru berharap edukasi semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan karena mampu memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menjaga hubungan yang harmonis dengan teman sebaya serta menciptakan suasana belajar yang lebih positif.
Melalui program sosialisasi anti-perundungan ini, mahasiswa KUKERTA UNRI berharap kesadaran siswa mengenai pentingnya empati, kepedulian, dan sikap saling menghormati dapat terus meningkat. Dengan demikian, lingkungan sekolah diharapkan menjadi tempat yang aman, inklusif, serta mendukung perkembangan akademik maupun karakter peserta didik secara optimal.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen mahasiswa KUKERTA Universitas Riau dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui program-program edukatif yang memberikan manfaat langsung bagi dunia pendidikan, khususnya dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berakhlak, dan bebas dari perilaku perundungan.***