INHIL, datariau.com - Sosialisasi mengenai pupuk organik dari olahan limbah sampah rumah tangga serta potensi lokal rawa gambut dengan aneka tumbuhan yang khas dan unik diadakan di aula kantor Kelurahan Pangkalan Tujuh, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir.
Sosialisasi dilaksanakan pada 7 Agustus 2024 menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya Heni Dayati Hanifah SP selaku peneliti tumbuhan dan Ermalina sebagai owner Bayam Brazil.
Dihadiri dan didukung oleh Chairul Mukiyat ST MT selaku Dosen Pembimbing Lapangan, tamu undangan Achmad Isya Alfassa SStat MSc dosen Universitas Islam Indragiri, mahasiswa se-Kecamatan Tempuling serta diikuti berbagai kalangan masyarakat.
Sosialisasi ini mengangkat tema "Pemanfaatan Potensi Lokal Tumbuhan di Lahan Rawa Gambut: Introduksi Sayur Minor dan Studi Kasus Budidaya Bayam Brazil serta Bunga Telang untuk Produk Bernilai Ekonomis".
Heni Dayati Hanifah SP pemateri mengenai potensi lokal rawa gambut dengan aneka tumbuhan yang khas dan unik menerangkan bahwa lahan rawa gambut terbentuk dari lapisan tanah organik dengan penguraian tidak sempurna yang mampu menampung air sebanyak 450%-850% dari bobot air kering sehingga dapat mencegah banjir dan kemarau.
Sejak abad ke-18 Suku Bugis dari Sulawesi Selatan, Suku Banjar dari Kalimantan Selatan, Suku Dayak dari Kalimantan Tengah dan Suku Melayu dari Provinsi Riau telah memanfaatkan lahan gambut secara tradisional untuk persawahan, perkebunan kelapa dan perkebunan karet.
Pemanfaatan lahan gambut secara tradisional cenderung lebih berkelanjutan karena petani hanya memanfaatkan sebagian kecil lahan yang dipengaruhi oleh pasang surut air sungai.
Potensi lahan gambut bagi masyarakat berupa sumber pangan sehari hari dengan akses yang mudah menuju ketahanan pangan, sumber nutrisi murah dan sehat, tanaman obat keluarga, sumber meningkatkan potensi ekonomi dengan dibuat produk berbahan baku lokal serta melekatkan ciri khas lokal daerah yang unik dan otentik.
Terdapat beberapa jenis tumbuhan lokal rawa gambut diantaranya tumbuhan asli yang memang sejak dulu tumbuh di rawa gambut dan dimanfaatkan masyarakat yang hanya tumbuh baik di lahan rawa gambut lokal-lestarikan kekayaan lokal bidang pangan, tumbuhan introduksi atau didatangkan dari lahan non gambut namun memiliki adaptasi luas di lahan rawa gambut dan tumbuhan yang tumbuh baik di lahan rawa gambut tapi juga tumbuh baik di lahan non gambut.
Tumbuhan dan produk lokal dari lahan rawa gambut contohnya adalah pakis merah, bebuas, kesum, senduduk bulu, pidada, sarai hutan, genjer, asam kulibi, tenggek burung dan kasisap dapat diolah menjadi sirup, sayuran, obat, pupur, pupuk, pewarna makanan, manisan serta shampo rambut.
Selanjutnya materi mengenai pupuk organik. Ermalina pemateri di bidang pupuk organik ia diberi tahu dan diarahkan oleh adiknya yang juga pemateri sosialisasi mengenai potensi rawa gambut Heni Hanifah Dayati SP bahwa sisa limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik lalu beliau berinisiatif mempraktekkan pembuatan pupuk organik dan mengaplikasikan nya pada tanaman lokal yang juga beliau budidayakan.
Kakak beradik ini bekerja sama dalam pengembangan pupuk organik hingga layak pakai dan dipasarkan. Pupuk organik berasal dari limbah rumah tangga seperti sisa makanan, sayuran, kulit bawang dan lain sebagainya. Proses pembuatan pupuk organik yaitu mengumpulkan limbah sampah rumah tangga kedalam ember yang dimodifikasi dengan kran lalu ditutup dan tunggu selama satu bulan setelahnya pupuk siap digunakan.
Proses pengaplikasian pupuk organik pada tanaman lokal diterapkan Ibu Ermalina beberapa diantaranya terhadap tanaman Bayam Brazil dan Bunga Telang yang juga dimodifikasi menjadi produk UMKM tanaman lokal satu satunya yang ada di Kelurahan Pangkalan Tujuh.
Bayam Brazil serta Bunga Telang yang dibudidayakan Ermalina diolah menjadi Keripik Bayam Brazil dan Minuman Bunga Telang khas Kelurahan Pangkalan Tujuh. Beliau juga sudah mempunyai merk tersendiri yang terdaftar secara legal untuk olahan produk tanaman lokal organik miliknya yaitu Lina's Food.
Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan wawasan masyarakat terbuka mengenai potensi lokal rawa gambut bahwasannya banyak tumbuhan khas lahan rawa gambut yang bisa dimanfaatkan dan berkhasiat. Jika pengelolaan tumbuhan tersebut dikembangkan secara masif diantaranya dapat membantu memaksimalkan potensi lahan rawa gambut, meningkatkan nilai ekonomis tumbuhan lokal serta dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang baru.
Masyarakat juga diharapkan turut mengaplikasikan pupuk organik dalam kegiatan bercocok tanam. Penerapan pupuk organik dalam kegiatan bercocok tanam dapat mengurangi limbah rumah tangga yang banyak terbuang sia sia menjadi lebih bermanfaat dengan harga yang cenderung lebih murah dibanding pupuk pestisida lainnya. Selain itu juga mengurangi kerusakan lingkungan akibat bahan kimia.
Adapun Mahasiswa Kukerta UNRI Kelurahan Pangkalan Tujuh terdiri dari 10 orang yakni Elma Chanifah, Bella Angelia Syadtari, Dio Rayhansyah Pane, M Fajri, Ryan Ade Putra, Luthfia Azzahra, Nur Nahda Aznajah, Divia Zikirova, Nina Edlyna Clara dan Ilham Gusnaidi, dengan Dosen Pembimbing Lapangan Chairul Mukiyat ST MT dan didukung oleh Lurah Pangkalan Tujuh Ayu Nofrianti Anwar SSos I. ***