Mahasiswa Kukerta UNRI Sosialisasi Kesetaraan Gender, Anti-Bullying, dan Bahaya LGBT di MTS Al-Falah

datariau.com
808 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Sosialisasi Kesetaraan Gender, Anti-Bullying, dan Bahaya LGBT di MTS Al-Falah

DUMAI, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau Kembali menunjukkan komitmen pengabdian melalui diadakannya sosialisasi kesetaraan gender, antibullying, dan LGBT di MTS Al Falah.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (26/7/2023). Dalam sosialisasi yang berdurasi satu setengah jam ini, tim kukerta UNRI mengkampanyekan kesetaraan gender, perilaku anti bullying, dan menghindari LGBT menggunakan media interaktif di kelas 8 reguler yang berjumlah sekitar 50 orang.

Kesetaraan gender (Gender equality) adalah salah satu program yang dikelola oleh Bank Dunia dan menjadi salah satu tema unggulan untuk program wajib pada Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau 2023. Tema ini diangkat karena baik perempuan ataupun laki-laki, memiliki hak yang sama dan setara dalam berbagai aspek kehidupan. Berangkat dari kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, perilaku diskriminatif juga dapat dihentikan agar tidak adanya bullying sehingga mampu meminimalisir terjadinya tindakan tersebut di lingkungan sekolah.

Dimulai dengan pemberian materi mengenai kesetaraan gender yang meliputi konsep gender, stigma-stigma yang melekat pada masing-masing gender, dan pemahaman tentang kesetaraan gender. Setelahnya dilanjutkan dengan materi antibullying dikalangan remaja yang sedang marak terjadi, dan ditutup dengan memberikan pehaman terkait perilaku menyimpang LGBT dan cara menjauhinya.

Para pelajar sangat antusias dan sangat serius dalam mengikuti sosialisasi ini. Terbukti saat sesi kuis berlangsung, para pelajar menjawab pertanyaan dengan cepat dan benar.

Dengan diadakannya sosialisasi ini, tim kukerta berharap para pelajar menjadi lebih sadar akan pentingnya persamaan hak antara laki-laki dan perempuan sehingga dapat mewujudkan anak-anak yang bebas dari diskriminasi gender dalam segala aspek kehidupan, memberikan pengetahuan akan bahaya perilaku bullying dan dampaknya, serta menjauhi perilaku menyimpang LGBT.

“Kesetaraan adalah tanggung jawab bersama. Menciptakan masyarakat yang setara dan adil adalah tanggung jawab bersama. Setiap individu memiliki peran penting dalam mengatasi ketidaksetaraan gender. Melalui pemahaman yang lebih baik, kita dapat mengatasi prasangka dan diskriminasi yang berakar pada norma-norma sosial”, ujar Barzevan. (*)

Penulis
: Hazirah Febrina
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)