INHIL, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 melaksanakan program kerja berupa pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci tangan melalui metode saponifikasi bersama ibu-ibu Desa Sei Beberas Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Desa Sei Beberas Hilir pada Rabu, 15 Juli 2026 ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat, bernilai ekonomis, sekaligus ramah lingkungan.
Pelatihan dilaksanakan seusai kegiatan senam pagi rutin yang diikuti oleh ibu-ibu desa. Momentum tersebut dimanfaatkan mahasiswa KUKERTA untuk mengajak masyarakat mengikuti sosialisasi sekaligus praktik langsung mengolah minyak jelantah yang selama ini sering dianggap sebagai limbah tidak berguna.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai dampak negatif pembuangan minyak jelantah secara sembarangan. Mahasiswa menjelaskan bahwa limbah minyak goreng yang dibuang ke saluran air dapat mencemari lingkungan, menyumbat saluran pembuangan, serta berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila digunakan kembali sebagai minyak goreng secara berulang.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, Dorong Peluang Usaha Warga Desa Lubuk Mandian Gajah
Sebagai solusi, mahasiswa memperkenalkan metode saponifikasi, yaitu proses mengubah minyak jelantah menjadi sabun cuci tangan yang aman digunakan. Melalui metode ini, limbah rumah tangga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Sosialisasi dipimpin oleh Naura Fitriyani Kholiq yang menjelaskan secara rinci setiap tahapan pembuatan sabun. Mulai dari proses penyaringan minyak jelantah agar terbebas dari kotoran, pencampuran bahan sesuai komposisi yang tepat, proses pengadukan hingga mencapai tekstur yang diinginkan, sampai tahap pencetakan sabun.
Tidak hanya menerima materi, para peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung seluruh tahapan pembuatan sabun. Dengan pendampingan mahasiswa KUKERTA, ibu-ibu desa mengikuti setiap proses secara bergantian sehingga mampu memahami teknik pengolahan secara benar.
Baca juga:FBN Sri Meranti Salurkan 38 Kg Minyak Jelantah ke TUKR, Dorong Pengelolaan Limbah Berkelanjutan
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif bertanya mengenai komposisi bahan, teknik pencampuran, hingga cara penyimpanan produk agar kualitas sabun tetap terjaga. Setelah proses pembuatan selesai, setiap peserta diperbolehkan membawa pulang hasil sabun yang telah dibuat untuk digunakan sebagai sabun cuci tangan di rumah.
Ketua KUKERTA UNRI Tahun 2026, Andre Cristian Bens, menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pemberdayaan berbasis lingkungan.
"Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, minyak jelantah juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah bahkan berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha skala rumah tangga," ujarnya.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Menurut Andre, pelatihan tersebut juga diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat bahwa limbah tidak selalu harus dibuang, melainkan dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang lebih bermanfaat melalui inovasi sederhana.