Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SDN 006 Sungai Majo, Tanamkan Kesadaran Sejak Dini

datariau.com
128 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SDN 006 Sungai Majo, Tanamkan Kesadaran Sejak Dini

SUNGAI MAJO, datariau.com - Tim Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Desa Sungai Majo Tahun 2026 melaksanakan salah satu program kerja utamanya berupa Sosialisasi Anti Bullying di SD Negeri 006 Sungai Majo, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan serta membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

Sosialisasi diikuti dengan antusias oleh para siswa SDN 006 Sungai Majo. Sejak awal kegiatan, para peserta tampak aktif mengikuti seluruh rangkaian acara yang telah disiapkan oleh mahasiswa Kukerta.

Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Fitri Woelandari selaku pembawa acara (MC), dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Haria Maulana. Suasana semakin khidmat saat seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Monalisa Febrianty.

Baca juga:Mahasiswa KKN UNRI Edukasi Siswa SMAN 3 Teluk Meranti tentang Anti Bullying dan Bahaya Kenakalan Remaja


Selanjutnya, Ketua Kukerta Universitas Riau Desa Sungai Majo, Rafael Panjaitan, menyampaikan sambutan mengenai pentingnya menanamkan sikap saling menghargai sejak usia dini sebagai upaya mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah.

Kepala SDN 006 Sungai Majo, Nurhayati, S.Pd., dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif mahasiswa Kukerta yang menghadirkan edukasi mengenai perundungan kepada para siswa. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat penting untuk membangun karakter peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap sesama.

Sementara itu, Pengawas Dinas Pendidikan, Sulmi, S.Pd., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut secara resmi membuka sosialisasi anti bullying. Pembukaan ditandai dengan penandatanganan spanduk sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Edukasi Anti-Bullying di SDN 006 Buluh Rampai, Tanamkan Kepedulian Sejak Dini


Memasuki sesi utama, mahasiswa Kukerta memberikan materi edukasi mengenai anti bullying yang dikemas secara interaktif dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Materi yang disampaikan meliputi pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, dampak negatif terhadap korban, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila melihat atau mengalami tindakan bullying.

Mahasiswa juga mengajak para siswa berdiskusi mengenai pentingnya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta berani melaporkan tindakan perundungan kepada guru maupun orang dewasa yang dipercaya.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan menonton film edukatif bertema bullying. Melalui tayangan tersebut, siswa diajak melihat secara langsung dampak psikologis maupun sosial yang dialami korban perundungan, sehingga diharapkan mampu menumbuhkan empati dan kesadaran agar tidak melakukan tindakan serupa.

Baca juga:Mahasiswa KKN Universitas Riau Edukasi Stop Bullying di SDN 44 Bengkalis, Wujudkan Sekolah Aman dan Ramah Anak


Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah sesi refleksi diri. Dalam sesi ini, para siswa diminta menuliskan surat mengenai pengalaman pribadi atau kejadian bullying yang pernah mereka alami maupun saksikan. Surat-surat tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kotak surat yang telah disediakan oleh mahasiswa Kukerta.

Melalui metode tersebut, mahasiswa memberikan ruang yang aman bagi anak-anak untuk mengungkapkan pengalaman dan perasaan mereka tanpa rasa takut atau malu. Informasi yang diperoleh juga diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah dalam mencegah terjadinya kasus bullying.

Penulis
: Esterina Sibuea
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)