DUMAI, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) melaksanakan program kerja bertajuk "Edukasi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit (PHBS dan Rabies)" di TK Al Barokah, Jalan K.U.D, Kelurahan Bagan Besar Timur, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Riau. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan guru dan murid mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta upaya pencegahan penyakit rabies sejak usia dini.
Program edukasi tersebut diikuti oleh para guru dan murid TK Al Barokah yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Melalui penyuluhan yang dikemas secara interaktif, mahasiswa Kukerta memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah sebagai langkah membentuk kebiasaan hidup sehat sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit rabies.
Dalam penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan bahwa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan kebiasaan yang dilakukan secara sadar untuk menjaga kesehatan diri maupun lingkungan. Anak-anak dikenalkan pada berbagai kebiasaan sederhana, seperti mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah beraktivitas, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
Baca juga:
Belajar Sambil Bermain, KUKERTA UNRI Hadirkan Game Interaktif PHBS untuk Siswa SDN Plus 006 Desa Muda Setia
Selain memberikan edukasi kepada murid, para guru juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjadi teladan dalam membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat kepada peserta didik. Dengan demikian, penerapan PHBS di lingkungan sekolah diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Tidak hanya membahas PHBS, mahasiswa Kukerta UNRI juga memberikan edukasi mengenai penyakit rabies, yakni penyakit yang dapat menular melalui gigitan, cakaran, maupun jilatan hewan yang terinfeksi, seperti anjing, kucing, dan monyet. Guru dan murid diberikan pengetahuan mengenai cara mengenali risiko rabies, pentingnya menghindari kontak dengan hewan yang tidak dikenal, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Agar materi lebih mudah dipahami anak-anak, mahasiswa menggunakan media pembelajaran berupa buku cerita bergambar berjudul "Aku Aman Bertemu Hewan". Melalui cerita yang menarik, anak-anak diajak memahami pentingnya tidak mendekati, memegang, ataupun mengganggu hewan yang tidak dikenal.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Sungai Bawang Latih Warga Membuat Sabun Cuci Tangan Berbahan Daun Sirih
Selain itu, siswa juga dikenalkan pada langkah pertolongan pertama apabila mengalami gigitan atau cakaran hewan, yakni segera mencuci luka menggunakan air mengalir dan sabun, kemudian melapor kepada orang tua atau guru agar segera mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan.
Suasana penyuluhan berlangsung aktif melalui penyampaian materi, kegiatan bercerita, sesi tanya jawab, hingga diskusi bersama guru dan murid. Anak-anak terlihat bersemangat menjawab pertanyaan serta mengikuti arahan yang diberikan, sementara para guru berdiskusi mengenai cara mengintegrasikan materi PHBS dan pencegahan rabies ke dalam kegiatan pembelajaran di kelas agar lebih mudah dipahami oleh anak usia dini.