Mahasiswa Kukerta MBKM UNRI Berdayakan UMKM dan Potensi Lokal Desa Sepotong Melalui Digitalisasi

datariau.com
554 view
Mahasiswa Kukerta MBKM UNRI Berdayakan UMKM dan Potensi Lokal Desa Sepotong Melalui Digitalisasi

DATARIAU.COM - Dalam upaya meningkatkan keterampilan dan ekonomi masyarakat Desa Sepotong, mahasiswa Kukerta MBKM Universitas Riau mengadakan rangkaian kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi lokal dan digitalisasi UMKM.

Program ini mendapat sambutan hangat dari para pemilik UMKM setempat, terutama para ibu yang antusias memanfaatkan peluang ini untuk mengembangkan usaha mereka.

Kegiatan sosialisasi pertama diadakan pada 10 Agustus 2024 di Kantor Desa Sepotong, diikuti oleh 11 pemilik UMKM dari berbagai dusun, seperti Dusun Sri Bangun Sari, Dusun Sri Damai, dan Dusun Sri Bangun.

Dengan dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan, Rina Susanti SSos MSi, sosialisasi ini bertujuan memperkenalkan konsep pemberdayaan ekonomi lokal dan pentingnya digitalisasi dalam pengembangan UMKM.

Kelompok Kukerta MBKM yang terlibat terdiri dari Anjelika Karolina, Dhea Anastasya Putri Faye, Nadia Dwi Putri, Aurelia Marsha, Irni Puspita Sari, Nivandra Zulfah Maftukhah, Mita Apriliani, Fitra Ayu Lestari, Adinda Mulya, Melda Agustin, dan Rafli Nanda Utama.

Pada sosialisasi tersebut, mahasiswa Kukerta memaparkan materi mengenai manfaat digitalisasi bagi UMKM, teknik pemasaran produk secara online, serta penggunaan media sosial sebagai alat promosi. Mereka juga membahas tantangan yang dihadapi UMKM dalam proses digitalisasi serta memberikan solusi strategis untuk mengatasinya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan intensif dan pendampingan yang dilaksanakan pada 15 Agustus 2024, di mana mahasiswa mengunjungi langsung rumah-rumah para pemilik UMKM untuk memberikan pelatihan yang lebih personal.

Tujuh pemilik UMKM yang terlibat dalam pelatihan khusus ini antara lain Ibu Lastum, Ibu Mesiem, Ibu Septiliana, Ibu Sidawati, Ibu Nurdian, Ibu Misaroh, dan Ibu Misteri.

Pelatihan ini meliputi strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, serta penggunaan platform e-commerce untuk meningkatkan penjualan produk lokal.

Selain itu, mahasiswa juga membantu para pemilik UMKM membuat akun Facebook, mengingat sebagian besar sudah familiar dengan platform ini. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas usaha mereka dan memperluas jangkauan pasar.

Ibu Septiliana, pemilik usaha dodol sawit, mengungkapkan rasa puas dan syukurnya atas pelatihan ini.

Ia berharap program ini mampu memberikan dampak positif jangka panjang bagi perekonomian Desa Sepotong dan menjadi contoh pemberdayaan ekonomi lokal melalui digitalisasi UMKM yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)