Mahasiswa Kukerta-BK UNRI Ikut Serta Dalam Proses Pembakaran Tempurung Kelapa Menjadi Arang di Desa Rantau Sialang

Datariau.com
135 view
Mahasiswa Kukerta-BK UNRI Ikut Serta Dalam Proses Pembakaran Tempurung Kelapa Menjadi Arang di Desa Rantau Sialang

KUANSING, datariau.com - Mahasiswa Kukerta Balek Kampung Universitas Riau yang ditempatkan di desa Rantau Sialang Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi dibimbing oleh dosen pembimbing lapangan M Yogi Riyantama SE MM, pada Jumat (6/8/2021) lalu sebanyak 10 orang mahasiswa ikut serta dalam pembakaran tempurung kelapa menjadi arang.

Ari (62) dan Isar (60) yang merupakan pemilik usaha arang tempurung, menjelaskan bahwa manfaat dari tempurung kelapa sangatlah banyak, bahkan mempunyai nilai guna dan jual, salah satunya dapat dijadikan arang tempurung.

Ari beserta istrinya mampu mengelola limbah tempurung kelapa menjadi arang dengan produksi sebulan sebesar 5-6 ton tempurung kelapa, Aari mendapatkan omset mencapai Rp 6-7 juta perbulan.

"Usaha tempurung ini sudah saya geluti sejak 3 tahun silam dan usaha ini saya rintis dari nol, bukan usaha turun dari keluarga," ucap bapak Ari.

Pembakaran tempurung kelapa terlebih dahulu tempurung dibersihkan dari sabutnya, selanjutnya disiapkan alat dan tempat pembakarannya yaitu drum.

Setelah itu dihidupkan api di dalam drum tersebut, lalu masukkan satu persatu tempurung ke dalam drum.

Ketika semua tempurung sudah terbakar merata menjadi arang tahap selanjutnya yaitu pemadaman api dengan cara drum ditutup dengan kain basah.

Setelah ditutup dengan kain basah secara merata didiamkan selama satu malam untuk pemadaman api.

"Dalam pengelolaan tempurung itu tidak sembarangan karena saya juga butuh sekolah pendidikan untuk menjadikan tempurung yang dibakar tetapi tidak hancur. Saya sekolah untuk mempelajari pembakaran tempurung tersebut di Sumatera Barat selama 6 bulan," jelas bapak Ari.

Hasil arang tempurung ini sudah tersebar sampai ke daerah Sumatera Barat, pembakaran biasanya dilakukan dua pekan sekali tetapi jika ada konsumen yang datang hari itu juga bisa langsung dibakarkan, tetapi tidak langsung mendapatkan hasilnya. (rls)