Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Edukasi Anti-Bullying di SDN 006 Petani, Hadirkan Kotak Aspirasi untuk Bangun Sekolah Ramah Anak

datariau.com
80 view
Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Edukasi Anti-Bullying di SDN 006 Petani, Hadirkan Kotak Aspirasi untuk Bangun Sekolah Ramah Anak

PELALAWAN, datariau.com - Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan terus dilakukan Mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau (UNRI). Melalui program Sosialisasi Anti-Bullying, mahasiswa yang bertugas di Desa Petani mengedukasi siswa SDN 006 Petani, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (19/7/2026), agar memahami bahaya bullying sekaligus menumbuhkan karakter saling menghargai sejak usia dini.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masih maraknya kasus perundungan di lingkungan pendidikan. Sekolah dasar dipilih sebagai sasaran karena pembentukan karakter dinilai paling efektif dilakukan sejak dini, sehingga para siswa mampu menanamkan nilai empati, menghormati perbedaan, dan menolak segala bentuk kekerasan ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sosialisasi dibuka secara simbolis oleh Kepala SDN 006 Petani, Ita Jasmani, S.Pd. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI yang menghadirkan edukasi mengenai pencegahan bullying di sekolah.

Baca juga:Mahasiswa FISIP Berdampak Universitas Riau Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SD Aulia Cendekia Islamic School


"Bullying itu memang sering terjadi di lapangan. Maka dari itu, kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi siswa-siswi SDN 006 Petani, agar mereka memahami dan tidak melakukan tindakan apa pun yang berkaitan dengan bullying," ujarnya.

Berbeda dengan penyuluhan pada umumnya, kegiatan dikemas secara interaktif sehingga siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat aktif dalam setiap rangkaian acara. Mahasiswa mengajak seluruh peserta menyanyikan lagu bertema anti-bullying yang berisi pesan tentang pentingnya saling menghargai, tidak mengucilkan teman, saling tolong-menolong, serta berani berkata tidak terhadap segala bentuk perundungan.

Melalui metode tersebut, nilai-nilai positif diharapkan lebih mudah dipahami dan diingat oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Suasana belajar pun berlangsung menyenangkan dengan partisipasi aktif para peserta selama kegiatan berlangsung.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI Gelar Sosialisasi Anti-Bullying dan Anti-Narkoba di SMPN 2 Tembilahan


Salah satu inovasi yang dihadirkan dalam sosialisasi ini adalah Kotak Aspirasi Anti Bullying. Media tersebut disediakan sebagai ruang aman bagi siswa untuk menyampaikan pengalaman yang pernah mereka alami maupun saksikan terkait tindakan perundungan.

Setiap siswa menuliskan pengalamannya secara anonim tanpa mencantumkan identitas diri. Langkah ini dilakukan agar privasi tetap terjaga sekaligus memberikan rasa aman kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya secara jujur.

Kotak aspirasi tersebut tidak dimaksudkan untuk membuka kembali pengalaman yang menyakitkan, melainkan menjadi sarana refleksi agar siswa belajar berani berbicara, saling memaafkan, serta memahami bahwa setiap tindakan bullying dapat memberikan dampak buruk bagi orang lain.

Ketua Tim Kukerta Berdampak UNRI Desa Petani berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak jangka panjang dalam pembentukan karakter peserta didik.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi adik-adik semua, bukan hanya selama berada di SD, tetapi juga ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya hingga kelak berkeluarga. Semoga nilai-nilai yang telah dipelajari hari ini terus melekat dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang ramah anak dan bebas dari perundungan. Melalui edukasi sejak usia dini, mahasiswa berharap lahir generasi yang memiliki empati tinggi, mampu menghargai sesama, serta berani membangun budaya saling mendukung, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.***

Penulis
: Suryani Damaiyanti Br Simaremare
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)