Mahasiswa KKN UNRI Sulap Lahan Terbengkalai Jadi Apotek Hidup di Kampung Merangkai, Dorong Kemandirian Kesehatan Warga

datariau.com
154 view
Mahasiswa KKN UNRI Sulap Lahan Terbengkalai Jadi Apotek Hidup di Kampung Merangkai, Dorong Kemandirian Kesehatan Warga

SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) merealisasikan program budidaya apotek hidup di Kampung Merangkai, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, sebagai upaya mendukung pola hidup sehat masyarakat melalui pemanfaatan lahan terbengkalai. Program yang dilaksanakan secara bertahap sejak 4 Juli hingga 28 Juli 2026 ini ditutup dengan penyerahan kebun apotek hidup kepada perwakilan Tim Penggerak (TP) PKK Kampung Merangkai untuk dikelola secara berkelanjutan.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN UNRI dalam mengoptimalkan potensi lingkungan sekitar. Lahan yang sebelumnya tidak produktif disulap menjadi kebun tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber pengobatan alami sekaligus sarana edukasi kesehatan berbasis kearifan lokal.

Melalui program ini, mahasiswa ingin mendorong masyarakat agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan kesehatan keluarga dengan memanfaatkan tanaman obat yang mudah dibudidayakan di pekarangan rumah. Kehadiran apotek hidup diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap obat-obatan kimia untuk penanganan keluhan kesehatan ringan.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI Bangun Taman Eco Village di Desa Lubuk Terap, Hadirkan Inovasi Minuman Herbal "Rona Rempah"


Pelaksanaan program diawali dengan pembersihan lahan yang akan dijadikan lokasi apotek hidup. Mahasiswa bersama masyarakat membersihkan gulma, sampah, dan meratakan permukaan tanah agar siap digunakan sebagai media tanam. Tahap awal ini menjadi fondasi penting agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Setelah lahan siap, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan mencari bibit tanaman herbal dari berbagai sumber. Proses ini dilakukan melalui survei serta pengumpulan bibit dari warga maupun penyedia tanaman herbal untuk memastikan kualitas tanaman yang akan dibudidayakan.

Tahap berikutnya adalah proses penanaman delapan jenis tanaman apotek hidup yang memiliki manfaat bagi kesehatan. Tanaman tersebut terdiri atas sereh, lengkuas, kumis kucing, kencur, kunyit, daun sirih, lidah buaya, dan jahe.

Pemilihan tanaman tersebut didasarkan pada kemudahan budidaya di lingkungan setempat serta manfaatnya yang telah dikenal luas oleh masyarakat. Berbagai tanaman herbal itu dipercaya mampu membantu menjaga daya tahan tubuh, meredakan masuk angin, mengatasi gangguan pencernaan, hingga mempercepat penyembuhan luka ringan.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Uji Pemanfaatan Sesai sebagai Media Tanam TOGA di Bengkalis


Tidak hanya melakukan penanaman, mahasiswa KKN UNRI juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai teknik perawatan tanaman apotek hidup. Materi yang disampaikan meliputi cara penyiraman yang tepat, pemupukan sederhana, hingga pemanfaatan masing-masing tanaman sebagai obat tradisional untuk kebutuhan kesehatan rumah tangga.

Ketua KKN UNRI Kampung Merangkai mengatakan program ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana lahan yang sebelumnya terbengkalai dapat diubah menjadi kawasan produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Kami berharap apotek hidup ini tidak hanya bermanfaat selama masa KKN, tetapi juga dapat terus dirawat dan dikembangkan oleh warga Kampung Merangkai dalam jangka panjang. Delapan jenis tanaman yang kami pilih ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, sehingga mudah dikenali dan dimanfaatkan," ujarnya.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa menyerahkan pengelolaan apotek hidup kepada perwakilan TP PKK Kampung Merangkai pada 28 Juli 2026. Penyerahan tersebut menjadi simbol keberlanjutan program sekaligus bentuk kepercayaan kepada masyarakat untuk menjaga dan mengembangkan kebun tanaman herbal tersebut.

Penulis
: Rahmadina Putri
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)