Mahasiswa KKN UNRI Sosialisasi Pembuatan Ecobrick di SDN 018 Desa Penyasawan

Datariau.com
922 view
Mahasiswa KKN UNRI Sosialisasi Pembuatan Ecobrick di SDN 018 Desa Penyasawan

KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa UNRI yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata didampingi Dosen Pembimbing Imelda Yunita STP MP di Desa Penyasawan Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pembuatan ecobrick, Sabtu (12/8/2023).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi dampak negatif sampah plastik.

Sosialisasi tersebut menjadi tanggung jawab utama para mahasiswa Pendidikan Masyarakat yaitu Nurhayanti Waruwu, Lusia Natalia, dan Yola Septia Sari. Mereka didukung oleh 7 rekannya yakni Ignatius Bagas SS, Muhammad Alfajri M, Dinda Amanda, Lailatul Rahmi, Sucia Ar-Rahma, Betty Nelawati, dan Enjel Eunike Siagian, yang turut berkontribusi dalam menjalankan kegiatan tersebut.

Ignatius Bagas SS selaku ketua tim KKN menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk mengedukasi masyarakat, terutama para siswa-siswi tentang dampak negatif dari plastik dan bagaimana mereka dapat berperan aktif dalam mengurangi masalah sampah plastik. Dengan dukungan dari Kepala SDN 018 Penyasawan kegaiatan sosialisasi mendapatkan sambutan positif.

Kegiatan ini melibatkan siswa-siswi kelas 1 sampai kelas 3, yang merupakan generasi muda yang sangat penting dalam membentuk kesadaran lingkungan. Dalam kegiatan tersebut, siswa-siswi diajak untuk berpartisipasi dalam pembuatan ecobrick sebagai langkah nyata dalam mengurangi sampah plastik.

Pembuatan ecobrick menjadi salah satu solusi kreatif dalam mengelola sampah plastik. Dengan mengumpulkan dan mengemas sampah plastik ke dalam botol plastik yang padat, ecobrick dapat dibentuk dan dibuat menjadi tempat sampah, meja, dan rak sepatu, dan lainnya. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi dampak negatif sampah plastik, tetapi juga menciptakan peluang baru dalam memanfaatkan limbah plastik.

Melalui kegiatan sosialisasi dan pembuatan ecobrick ini, para mahasiswa KKN UNRI di Desa Penyasawan telah berhasil menyampaikan pesan penting tentang pentingnya menjaga lingkungan kepada masyarakat, terutama generasi muda. Langkah-langkah kecil ini diharapkan dapat menjadi bekal dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di masa depan.

Langkah-langkah membuat ecobrick dari plastik bekas dimulai dari memilah dan bersihkan sampah plastik. Kumpulkan berbagai jenis sampah plastik seperti kemasan makanan, botol minuman, dan kantong plastik. Cuci bersih sampah plastik dengan sabun, lalu keringkan di bawah sinar matahari.

Sediakan botol bekas air mineral berukuran 600 ml sebagai wadah untuk ecobrick. Botol tidak perlu dicuci, tetapi bagian dalamnya harus kering. Gunakan tongkat untuk memasukkan plastik. Siapkan tongkat yang panjangnya dua kali lipat panjang botol air mineral untuk membantu mengemas sampah plastik.

Isi botol bekas air mineral dengan sampah plastik secara acak agar tampilan ecobrick menjadi berwarna-warni. Isi botol dengan sampah plastik hingga penuh. Gunakan tongkat untuk mendorong sampah plastik di dalam botol agar padat dan tidak ada rongga udara.

Simpan ecobrick di tempat yang teduh untuk mencegah penyusutan botol akibat sinar matahari. Setelah semua ecobrick selesai dibuat, anda bisa menyusunnya menjadi benda atau bangunan, seperti dinding non-permanen, gapura, pohon, atau pagar mini, meja atau rak sepatu.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, anda tidak hanya mengurangi sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga menciptakan material yang dapat dimanfaatkan kembali dalam konstruksi.

Ecobrick merupakan langkah nyata dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan membantu mengatasi masalah sampah plastik. (*)

Penulis
: Yola Septia Sari
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)