SMM PANEL INDO

Mahasiswa KKN UNRI Edukasi Anti-Bullying di Desa Pasir Bongkal, Tanamkan Karakter Peduli dan Saling Menghargai Sejak Dini

datariau.com
116 view
Mahasiswa KKN UNRI Edukasi Anti-Bullying di Desa Pasir Bongkal, Tanamkan Karakter Peduli dan Saling Menghargai Sejak Dini

PASIR BONGKAL, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) yang bertugas di Desa Pasir Bongkal melaksanakan program edukasi anti-bullying sebagai bentuk kepedulian terhadap pembentukan karakter siswa sejak usia dini. Kegiatan yang digelar di salah satu sekolah di desa tersebut melibatkan para guru dan puluhan siswa yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan antusias.

Program ini menjadi salah satu wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui sektor pendidikan. Edukasi yang diberikan bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan atau bullying sekaligus menanamkan nilai-nilai saling menghormati, peduli, dan menghargai sesama dalam kehidupan sehari-hari.

Bullying masih menjadi salah satu persoalan yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak, baik secara psikologis maupun sosial. Karena itu, mahasiswa KKN UNRI menilai edukasi sejak dini sangat penting untuk membangun kesadaran siswa agar mampu mengenali, mencegah, serta berani menolak segala bentuk tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Baca juga:Mahasiswa KKN UNRI Bantu UMKM Desa Pasir Bongkal Naik Kelas Lewat Program Go Digital


Kegiatan diawali dengan penyampaian materi secara interaktif menggunakan media presentasi yang menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik. Mahasiswa menjelaskan pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan yang sering terjadi di sekolah, mulai dari bullying verbal, fisik, hingga sosial, beserta dampak yang dapat ditimbulkan bagi korban maupun pelaku.

Dalam pemaparannya, mahasiswa juga mengajak siswa memahami bahwa tindakan mengejek, mengucilkan teman, memberikan julukan yang menyakitkan, hingga melakukan kekerasan fisik merupakan perilaku yang tidak boleh dilakukan karena dapat meninggalkan dampak psikologis yang berkepanjangan.

Agar materi lebih mudah dipahami, mahasiswa menghadirkan simulasi melalui permainan peran (role play). Dalam sesi ini, siswa diajak menyaksikan contoh sederhana mengenai situasi yang mengandung unsur bullying serta contoh perilaku positif yang mencerminkan sikap saling menghargai dan menghormati teman.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SDN 006 Sungai Majo, Tanamkan Kesadaran Sejak Dini


Melalui metode tersebut, para siswa tampak lebih mudah memahami perbedaan antara perilaku yang termasuk perundungan dengan tindakan yang menunjukkan kepedulian terhadap sesama. Suasana pembelajaran pun berlangsung lebih hidup karena peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap sesi.

Antusiasme siswa semakin terlihat ketika memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak peserta yang mengangkat tangan untuk menyampaikan pendapat, berbagi pengalaman, maupun menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa KKN.

Untuk menambah semangat belajar, panitia menyediakan hadiah bagi siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Pemberian apresiasi sederhana tersebut membuat suasana kegiatan semakin meriah sekaligus mendorong siswa lebih aktif mengikuti seluruh rangkaian edukasi.

Koordinator KKN Desa Pasir Bongkal mengatakan bahwa program edukasi anti-bullying merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan ramah anak.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Menurutnya, pembentukan karakter positif harus dimulai sejak usia dini agar menjadi kebiasaan yang terus melekat hingga dewasa. Nilai-nilai seperti rasa hormat, toleransi, empati, kepedulian, serta kemampuan bekerja sama menjadi fondasi penting dalam membangun lingkungan sekolah yang harmonis.

"Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak siswa memahami bahwa setiap orang berhak merasa aman dan dihargai di lingkungan sekolah. Kami berharap mereka mampu menjadi pelopor dalam menciptakan budaya saling menghormati serta berani menolak segala bentuk perundungan," ujarnya.

Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Universitas Riau yang telah menghadirkan edukasi yang bermanfaat bagi peserta didik.

Guru-guru menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi pendidikan saat ini, terutama dalam membangun karakter siswa agar mampu menjalin hubungan yang baik dengan teman, menghargai perbedaan, dan menyelesaikan permasalahan tanpa kekerasan.

Mereka juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga pesan-pesan mengenai pentingnya menciptakan sekolah yang aman dan bebas dari bullying dapat terus tertanam dalam diri setiap siswa.

Melalui program edukasi anti-bullying ini, mahasiswa KKN Universitas Riau berharap siswa dan siswi di Desa Pasir Bongkal tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, memiliki rasa empati yang tinggi, berani menolak segala bentuk perundungan, serta mampu membangun budaya saling menghargai, peduli, dan bekerja sama, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung terciptanya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak melalui peran aktif mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.***

Penulis
: Ahmad Dzakwan Rafiansyah
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)