DATARIAU.COM- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) melaksanakan program Gerakan Pekarangan Bergizi melalui sosialisasi pemanfaatan sayuran bergizi sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Kelawat.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan kesadaran warga, khususnya orang tua, mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak sejak usia dini.
Kegiatan diawali dengan pemilihan berbagai jenis sayuran bergizi yang kemudian ditanam di pekarangan rumah masyarakat Desa Kelawat. Penanaman bibit tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
Hasil dari program pekarangan bergizi tersebut juga menjadi bagian dari penyerahan simbolis mahasiswa KKN kepada masyarakat. Bibit sayuran diberikan untuk ditanam dan dirawat secara mandiri di pekarangan rumah masing-masing.
Dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN UNRI memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat dan kader Posyandu mengenai pentingnya konsumsi sayuran bergizi dalam mendukung tumbuh kembang anak serta mencegah stunting.
Materi yang disampaikan mencakup dampak kekurangan gizi terhadap pertumbuhan anak, faktor yang memengaruhi gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak, konsekuensi stunting terhadap kesehatan dan kecerdasan anak di masa depan, hingga langkah-langkah pencegahan melalui pemenuhan makanan bergizi.
Selain itu, mahasiswa juga menjelaskan komposisi gizi berbagai jenis sayuran yang dapat mendukung pencegahan stunting, komposisi makanan untuk menunjang tumbuh kembang optimal, serta pentingnya optimalisasi pelayanan Posyandu dan kesehatan masyarakat.
Kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan kader Posyandu, tetapi juga perangkat Desa Kelawat, tokoh masyarakat dan anggota Karang Taruna. Selama kurang lebih satu jam, masyarakat tampak aktif mengikuti sosialisasi dan mengajukan berbagai pertanyaan, terutama mengenai faktor-faktor yang dapat menyebabkan anak mengalami stunting.
Sebagai bagian dari kegiatan, mahasiswa KKN UNRI Desa Kelawat turut membagikan bingkisan berisi sayuran kepada peserta sosialisasi. Mahasiswa juga membagikan bibit sayuran untuk ditanam di pekarangan rumah masyarakat.
Sebagian bibit lainnya diserahkan kepada perangkat desa untuk ditanam di lingkungan pekarangan Kantor Desa Kelawat. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan lahan untuk menghasilkan pangan bergizi yang dapat dilakukan secara sederhana oleh masyarakat.
Ketua KKN Universitas Riau Desa Kelawat mengatakan, pencegahan stunting perlu dilakukan sejak usia dini karena masa tersebut merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.
"Stunting sangat perlu dicegah dari usia dini karena tumbuh kembang anak sangat berpengaruh pada usia dini. Pencegahan stunting sangat diperlukan demi generasi muda yang mendatang agar bisa menjadi generasi emas di masa depan," ujarnya.
Ia menjelaskan, Gerakan Pekarangan Bergizi menjadi salah satu cara mahasiswa untuk mendorong masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak, agar lebih memperhatikan asupan makanan bergizi.
"Melalui kegiatan Program Gerakan Pekarangan Bergizi melalui sosialisasi pemanfaatan sayur bergizi ini merupakan salah satu cara kami untuk mendorong upaya dan usaha masyarakat Desa Kelawat, terkhusus orang tua yang memiliki anak, agar dapat memberikan makanan yang memiliki gizi yang cukup untuk membantu tumbuh kembang anak-anak," katanya.
Menurutnya, pemahaman mengenai stunting juga perlu diperluas karena kondisi tersebut tidak semata-mata dapat dilihat hanya berdasarkan tinggi dan berat badan anak. Berbagai faktor lain perlu diperhatikan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
"Kami juga mensosialisasikan bahwa anak stunting tidak hanya dapat dinilai dari tinggi badan dan berat badannya saja, namun banyak faktor yang bisa dijadikan acuan anak-anak dapat dikatakan terkena stunting," lanjutnya.
Ia berharap program tersebut dapat membantu masyarakat yang masih mengalami kesulitan dalam memahami kebutuhan gizi anak, termasuk jenis sayuran dan makanan yang dapat mendukung pertumbuhan mereka.
"Harapan kami dalam program ini bisa menjadi solusi untuk masyarakat yang masih bingung dan tidak tahu apa saja gizi yang dibutuhkan dan sayur-sayuran apa saja yang dibutuhkan anak-anak untuk mendukung pertumbuhan anak-anak yang ada," tuturnya.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Masyarakat menyambut baik program tersebut karena mendapatkan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran bergizi.
Program ini juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.
Pemerintah Desa Kelawat turut mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN UNRI yang dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung upaya pencegahan stunting.
Gerakan Pekarangan Bergizi diharapkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi anak sekaligus mendorong terciptanya lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal demi menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas di masa mendatang.***
Penulis: Tegar Ramadhan Saputra, Muhammad Harizhi, Putri Gustianingsih