Mahasiswa KKN UNRI Desa Kuala Panduk Sosialisasikan Project Based Learning untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran PAUD

datariau.com
156 view
Mahasiswa KKN UNRI Desa Kuala Panduk Sosialisasikan Project Based Learning untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran PAUD

PELALAWAN, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) Desa Kuala Panduk menggelar sosialisasi bertajuk "Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Minat Belajar Anak Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL)" di TK/PAUD Panduk Lestari, Senin (20/7/2026). Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam menerapkan model pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan bagi anak usia dini.

Sosialisasi dipandu oleh Zilla Fadila sebagai pembawa acara dan menghadirkan dua narasumber, yakni Adila Nafisa Alamanda dan Maulana Alfatih. Kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta berbagi pengalaman mengenai penerapan Project Based Learning (PjBL) di lingkungan pendidikan anak usia dini.

Perwakilan mahasiswa KKN UNRI Desa Kuala Panduk, Alya Febrianti, mengatakan bahwa Project Based Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada anak melalui berbagai aktivitas yang sesuai dengan karakteristik usia dini.

"Anak-anak usia dini belajar paling baik ketika mereka terlibat secara langsung dalam sebuah aktivitas. Melalui Project Based Learning, guru tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi, bekerja sama, berkreasi, dan menemukan pengalaman belajar yang bermakna," ujar Alya.

Baca juga:Mengolah Limbah Organik Menjadi Solusi, Inovasi Project Based Learning untuk Literasi Sains Abad 21


Pada sesi pertama, Adila Nafisa Alamanda menjelaskan latar belakang penerapan Project Based Learning di jenjang PAUD. Menurutnya, model pembelajaran tersebut mampu mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan sosial anak melalui kegiatan yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

Selain memaparkan konsep dasar, Adila juga menjelaskan peran guru sebagai fasilitator yang membimbing peserta didik selama proses pembelajaran. Para peserta diperkenalkan dengan tahapan penerapan Project Based Learning serta contoh penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) berbasis proyek yang dapat langsung diterapkan di dalam kelas.

Materi kemudian dilanjutkan oleh Maulana Alfatih yang mengulas konsep dasar Project Based Learning, perbedaannya dengan metode pembelajaran konvensional, serta berbagai strategi menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Ia juga membagikan sejumlah tips kepada para guru agar mampu mengelola kegiatan pembelajaran sehingga anak tetap antusias mengikuti setiap tahapan proyek.

Baca juga:Mahasiswa KKN UNRI Edukasi Warga Desa Pangkalan Makmur Olah Limbah Organik Jadi Pupuk Kompos


Dalam pemaparannya, Maulana menekankan pentingnya menghindari pembelajaran yang hanya berfokus pada penyampaian materi. Menurutnya, proses belajar akan lebih bermakna apabila anak dilibatkan secara aktif dalam menemukan, mencoba, dan menghasilkan karya sederhana melalui proyek yang sesuai dengan usia mereka.

Selama kegiatan berlangsung, para guru menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran di PAUD, sekaligus berbagi pengalaman tentang metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan minat belajar anak.

Penulis
: Alya Febrianti
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)