BENGKALIS, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau Tahun 2026 melalui program Mahasiswa Berdampak menggelar kegiatan sosialisasi bertema Stop Bullying di SD Negeri 44 Bengkalis, Desa Teluk Latak. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-4, yakni Pendidikan Berkualitas, melalui penciptaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan.
Sosialisasi diikuti oleh siswa dan siswi SDN 44 Bengkalis dengan antusias. Sejak awal kegiatan, para peserta tampak bersemangat mengikuti setiap rangkaian acara yang diawali dengan perkenalan mahasiswa KKN sekaligus penyampaian tujuan kegiatan. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya bullying sekaligus menanamkan sikap saling menghargai sejak usia dini.
Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN menjelaskan pengertian bullying sebagai tindakan menyakiti atau mengganggu orang lain secara sengaja dan dilakukan berulang kali. Para siswa juga dikenalkan dengan berbagai bentuk bullying, mulai dari bullying verbal, fisik, sosial, hingga cyber bullying yang kini semakin sering terjadi seiring perkembangan teknologi.
Baca juga:Mahasiswa
Kukerta Berdampak UNRI Edukasi Gerakan Anti-Bullying di SDN 002 Pasar
Usang Baserah, Tanamkan Budaya Sekolah Ramah Anak
Selain itu, mahasiswa menjelaskan berbagai dampak negatif yang dapat dialami korban bullying, baik terhadap kesehatan mental, rasa percaya diri, maupun proses belajar di sekolah. Untuk itu, siswa diajak memahami langkah-langkah sederhana dalam mencegah dan menghentikan tindakan perundungan, seperti menjadi teman yang baik, tidak ikut mengejek, membantu korban, serta berani melaporkan tindakan bullying kepada guru maupun orang tua.

Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami sehingga siswa mampu mengikuti penjelasan dengan baik. Penyampaian yang komunikatif membuat suasana belajar menjadi lebih interaktif dan mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif.
Agar kegiatan tidak terasa membosankan, mahasiswa KKN juga menyisipkan sesi ice breaking di tengah penyampaian materi. Melalui permainan singkat dan gerakan sederhana yang dilakukan bersama, suasana kelas berubah menjadi lebih hidup dan penuh keceriaan. Aktivitas tersebut berhasil mengembalikan fokus siswa sehingga mereka kembali antusias mengikuti materi hingga akhir kegiatan.
Baca juga:Mahasiswa KKN Universitas Riau Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 009 Pulau Ingu
Selama sosialisasi berlangsung, siswa dan siswi menunjukkan partisipasi yang tinggi. Mereka aktif menjawab pertanyaan dari pemateri, berbagi pengalaman, hingga berdiskusi mengenai sikap yang harus dilakukan apabila melihat ataupun mengalami tindakan bullying di lingkungan sekolah.
Antusiasme para siswa menjadi bukti bahwa edukasi mengenai pencegahan bullying sangat penting diberikan sejak jenjang sekolah dasar. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan anak-anak mampu membangun hubungan sosial yang sehat, saling menghargai perbedaan, serta menciptakan lingkungan belajar yang positif.
Sebagai penutup, seluruh siswa bersama mahasiswa KKN menyanyikan lagu bertajuk Stop Bullying dengan penuh semangat. Lagu tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan sekolah yang ramah anak dan bebas dari perundungan.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta FISIP UNRI Sosialisasikan Anti-Bullying di SDN 153 Pekanbaru, Tanamkan Budaya Sekolah Ramah Anak
Usai bernyanyi, seluruh peserta juga mengucapkan janji bersama untuk menjadi teman yang baik, tidak melakukan tindakan bullying, serta berani membantu teman yang menjadi korban perundungan. Momen tersebut menjadi bentuk penguatan nilai-nilai kepedulian dan empati di lingkungan sekolah.
Kepala SD Negeri 44 Bengkalis, Misri, S.Ag., memberikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi yang digagas mahasiswa KKN Universitas Riau. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat besar dalam membentuk karakter peserta didik sejak usia dini.
"Kami berharap seluruh siswa dapat belajar dalam lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif, tanpa rasa takut mengalami perundungan maupun pengucilan. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi tempat yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, baik dari aspek akademik, sosial, maupun emosional," ujarnya.
Ia juga berharap program edukasi serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar nilai-nilai saling menghormati, peduli, dan menghargai sesama semakin tertanam dalam kehidupan sehari-hari para peserta didik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Riau berharap seluruh siswa mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dengan membangun budaya saling menghormati dan menolak segala bentuk perundungan. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.***
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Sosialisasi Stop Bullying di SDN 010 Talontam Kuantan Singingi