SENAMA NENEK, datariau.com - Kelompok 17 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Abdurrab melaksanakan kegiatan pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) di Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan air dan sampah organik melalui cara yang sederhana dan mudah diterapkan.
Lubang Resapan Biopori merupakan lubang yang dibuat di dalam tanah untuk membantu meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air. Keberadaan biopori dapat membantu mengurangi genangan air ketika hujan sekaligus menjadi tempat memasukkan sampah organik yang kemudian dapat mengalami proses penguraian dan menghasilkan kompos.
Baca juga:KKN Universitas Abdurrab Kelompok 17 Edukasi TOGA, PHBS dan Gizi Bersama PKK Desa Senama Nenek
Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN Kelompok 17 tidak hanya melakukan praktik pembuatan lubang biopori, tetapi juga memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai manfaat, fungsi, serta cara penerapannya. Edukasi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk membuat dan memanfaatkan lubang biopori secara mandiri, baik di lingkungan rumah maupun fasilitas umum.
Ketua KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab, Muhammad Aldi Irfan, mengatakan program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan solusi sederhana yang bisa diterapkan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Biopori tidak hanya membantu resapan air, tetapi juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengelola sampah organik,” ujarnya.
Baca juga:KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Edukasi Gizi dan Pencegahan Bullying di SD 002 Senama Nenek
Menurutnya, penerapan biopori secara berkelanjutan dapat memberikan manfaat ganda bagi lingkungan. Selain membantu meningkatkan resapan air, pengelolaan sampah organik melalui lubang biopori juga dapat mengurangi sampah rumah tangga yang dibuang begitu saja.
Kegiatan tersebut mendapat perhatian sebagai salah satu bentuk edukasi lingkungan yang dapat diterapkan secara sederhana oleh masyarakat. Mahasiswa berharap pengetahuan yang diberikan tidak berhenti selama pelaksanaan program KKN, tetapi dapat dilanjutkan secara mandiri oleh warga Desa Senama Nenek.
Pembuatan Lubang Resapan Biopori juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk semakin aktif menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Dengan penerapan yang dilakukan secara berkelanjutan, lingkungan desa diharapkan menjadi lebih bersih, sehat, sekaligus memiliki sistem resapan air yang lebih baik.
Baca juga:Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah
Program tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab dalam menghadirkan kegiatan yang sederhana, edukatif, dan memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Senama Nenek.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, edukasi mengenai pengelolaan lingkungan diharapkan dapat terus berkembang sehingga tercipta kebiasaan menjaga lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan di tingkat rumah tangga maupun desa.***