KUANSING, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 65 melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan bullying atau perundungan di SMP Satu Atap Pauh Angit Hulu, Kabupaten Kuantan Singingi, pada Agustus 2026.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai bahaya bullying sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, ramah, dan saling menghargai.
Sosialisasi diikuti dengan antusias oleh para siswa, guru, serta mahasiswa KKN UMRI Kelompok 65. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, serta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap korban maupun pelaku.
Selain itu, para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah bullying. Materi disampaikan secara interaktif sehingga siswa dapat lebih mudah memahami pentingnya menjaga sikap dan perilaku dalam berinteraksi dengan teman sebaya.
Mahasiswa KKN juga mengajak para siswa untuk berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk perundungan. Sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, membangun empati, dan menciptakan hubungan pertemanan yang positif menjadi bagian penting yang ditekankan dalam sosialisasi tersebut.
Bullying tidak hanya dapat berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat muncul dalam bentuk ejekan, penghinaan, pengucilan, intimidasi maupun tindakan lain yang dapat membuat seseorang merasa tertekan dan tidak nyaman. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan siswa, guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN UMRI Kelompok 65 tersebut. Sosialisasi diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada siswa sehingga mereka mampu mengenali, mencegah, dan tidak terlibat dalam tindakan perundungan.
Guru-guru juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang lebih ramah dan inklusif, sekaligus menciptakan suasana belajar yang mendukung perkembangan karakter siswa.
Ketua KKN UMRI Kelompok 65 menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi anti bullying merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap siswa SMP Satu Atap Pauh Angit Hulu tidak hanya memahami bahaya bullying, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan.
"Kami berharap setelah mengikuti sosialisasi ini, para siswa semakin memahami pentingnya saling menghargai, memiliki rasa empati, dan berani menolak segala bentuk bullying," ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara siswa, guru, dan mahasiswa KKN UMRI Kelompok 65. Foto bersama tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, harmonis, dan bebas dari bullying.***