SMM PANEL INDO

Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 44 Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan Seksual di SMPN 3 Desa Laksamana

datariau.com
132 view
Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 44 Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan Seksual di SMPN 3 Desa Laksamana

SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 44 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan seksual kepada siswa SMPN 3 Desa Laksamana, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, pada 13 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga diri serta mengenali potensi kekerasan seksual yang dapat terjadi di lingkungan sekitar.

Dalam sosialisasi, para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan seksual, langkah-langkah pencegahan, serta pentingnya berani berbicara dan melaporkan tindakan yang dianggap mengancam keselamatan diri maupun orang lain.

Baca juga:KKN UMRI Kelompok 69 Ajak Siswa SDN 014 Pulau Rengas Jadi Teman Baik, Bukan Pembully


Mahasiswa KKN Kelompok 44 juga menjelaskan pentingnya memahami hak atas tubuh sendiri. Para siswa diajak mengenali situasi yang berisiko serta memahami pentingnya membangun komunikasi yang sehat dalam berinteraksi dengan teman sebaya.

Tidak hanya menyampaikan materi secara teori, kegiatan tersebut dikemas secara interaktif melalui diskusi dan praktik mengenai tindakan responsif yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi berisiko. Mahasiswa turut menggunakan media pendukung seperti pengeras suara, poster visual, serta bahan edukasi lainnya untuk memudahkan siswa memahami materi.

Sebagai salah satu output kegiatan, mahasiswa KKN Kelompok 44 membentuk kelompok diskusi teman sebaya bertajuk "Duta Pencegah Kekerasan Seksual". Kelompok tersebut diharapkan menjadi wadah bagi siswa untuk saling bertukar informasi, berdiskusi, serta memberikan dukungan kepada teman yang mungkin mengalami atau berada dalam situasi berisiko.

Baca juga:Tingkatkan Minat Baca Pelajar, KKN UMRI Kelompok 22 Resmikan Lentera Literasi di Desa Jati Mulya


Keberadaan kelompok teman sebaya ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk tidak lagi menganggap pembahasan mengenai kekerasan seksual sebagai hal yang tabu. Sebaliknya, siswa diharapkan mampu membangun budaya saling mendukung dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman.

Selain kelompok diskusi, mahasiswa KKN juga memfasilitasi pembuatan pojok informasi. Pojok tersebut menyediakan berbagai sumber edukasi berupa poster visual dan brosur ringkas mengenai langkah pencegahan kekerasan seksual serta mekanisme pelaporan yang dapat digunakan ketika terjadi kasus.

Melalui praktik dan diskusi tersebut, siswa mendapatkan gambaran bahwa tindakan preventif, pemahaman mengenai hak dan perlindungan diri, serta pengetahuan tentang mekanisme pelaporan merupakan bagian penting dalam mencegah kekerasan seksual.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Perwakilan SMPN 3 Desa Laksamana yang diwakili salah seorang guru menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut pihak sekolah, sosialisasi yang dilakukan mahasiswa KKN UMRI sejalan dengan upaya pendidikan kesehatan reproduksi yang terus didorong di lingkungan sekolah.

"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergi penting dalam melengkapi edukasi remaja mengenai pencegahan kekerasan seksual. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif kepada siswa untuk melindungi diri mereka," ujar perwakilan guru SMPN 3 Desa Laksamana.

Pihak sekolah juga memberikan dukungan dan akses penuh terhadap pelaksanaan kegiatan. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan edukasi mengenai pencegahan kekerasan seksual di tingkat sekolah menengah.

Sinergi antara SMPN 3 Desa Laksamana dan mahasiswa KKN UMRI diharapkan dapat memperkuat upaya edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai perlindungan diri dan pencegahan kekerasan seksual.

Baca juga:Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah


Program KKN Kelompok 44 tersebut tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga menghasilkan sejumlah output yang dapat dimanfaatkan siswa secara berkelanjutan. Kelompok diskusi teman sebaya dan pojok informasi menjadi sarana nyata untuk membantu siswa memperkuat pengetahuan sekaligus membangun kesadaran kolektif.

Mahasiswa KKN Kelompok 44 berharap edukasi yang telah diberikan dapat terus dikembangkan oleh siswa meskipun kegiatan KKN telah berakhir. Pemahaman yang konsisten diharapkan mampu membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan seksual.

Penulis
: Hemalini Rahayu
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)