KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 113 menggelar sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) di UPT SDN 026 Sungai Harapan, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN di bidang kesehatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara tepat dan aman.
Sosialisasi menghadirkan Bidan Fitri Niyanti, S.Keb, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia memberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan obat secara rasional serta memperhatikan aturan dan anjuran tenaga kesehatan.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 58 Wujudkan Lingkungan Sehat melalui Pembuatan TOGA dan Penyerahan Rak Tanaman ke Poskesdes Kayu Ara Permai
Bidan Fitri Niyanti menjelaskan, masyarakat perlu memastikan obat diperoleh dari fasilitas pelayanan kesehatan maupun sarana kefarmasian resmi. Penggunaan obat juga harus mengikuti aturan pakai dan dosis yang telah ditentukan agar tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan.
“Obat yang digunakan tidak sesuai aturan dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami prinsip DAGUSIBU agar obat yang digunakan tetap aman dan efektif,” jelasnya.
Selain membahas cara mendapatkan dan menggunakan obat, peserta juga diberikan pemahaman mengenai penyimpanan obat yang tepat. Penyimpanan yang tidak sesuai dapat memengaruhi kualitas obat sehingga tidak lagi memberikan manfaat secara optimal.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 58 Sosialisasikan DAGUSIBU kepada Siswa SDN 015 Kayu Ara Permai
Materi juga mencakup cara membuang obat yang telah rusak atau kedaluwarsa. Edukasi ini dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan obat sekaligus mengurangi risiko pencemaran lingkungan akibat pembuangan obat secara sembarangan.
Kegiatan berlangsung interaktif. Peserta mengikuti pemaparan dengan antusias dan memanfaatkan sesi diskusi serta tanya jawab untuk menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai penggunaan dan pengelolaan obat dalam kehidupan sehari-hari.
Koordinator Acara KKN UMRI Kelompok 113 mengatakan, sosialisasi DAGUSIBU diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam membangun kebiasaan yang lebih bijak dalam mengelola obat di lingkungan keluarga.
Baca juga:Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah
Menurutnya, pemahaman mengenai DAGUSIBU tidak hanya diharapkan berhenti pada peserta kegiatan, tetapi juga dapat diteruskan kepada anggota keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMRI Kelompok 113 berkomitmen mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Desa Sungai Harapan melalui program edukasi yang aplikatif, bermanfaat, dan berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi DAGUSIBU ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam memberikan pengetahuan kesehatan kepada masyarakat selama pelaksanaan KKN di Desa Sungai Harapan.***