SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 44 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan kegiatan sosialisasi anti-bullying di SD 003 Desa Laksamana, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, pada 7 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKN dalam meningkatkan kesadaran siswa sejak dini mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan harmonis.
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai pengertian bullying, jenis-jenis perundungan, dampak yang ditimbulkan bagi korban, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 69 Ajak Siswa SDN 014 Pulau Rengas Jadi Teman Baik, Bukan Pembully
Mahasiswa KKN Kelompok 44 menjelaskan bahwa perilaku perundungan tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat dilakukan melalui ucapan, tindakan maupun pengucilan terhadap teman.
Para siswa juga diajak untuk mengenali tindakan yang termasuk dalam perundungan serta memahami pentingnya membangun hubungan pertemanan yang dilandasi rasa saling menghargai dan empati.
Salah satu poin penting yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah keberanian siswa untuk melapor apabila melihat atau mengalami tindakan bullying. Teman sebaya juga memiliki peran penting untuk tidak membiarkan perundungan terjadi dan memberikan dukungan kepada korban.
Baca juga:Tingkatkan Minat Baca Pelajar, KKN UMRI Kelompok 22 Resmikan Lentera Literasi di Desa Jati Mulya
Agar materi lebih mudah dipahami, mahasiswa KKN tidak hanya menyampaikan edukasi secara teori melalui presentasi visual bertema "Stop Bullying di Sekolah", tetapi juga mengajak siswa mengikuti permainan peran atau roleplay.
Melalui roleplay tersebut, siswa diperlihatkan sejumlah contoh situasi yang termasuk tindakan perundungan. Dengan metode praktik langsung, siswa diharapkan mampu membedakan perilaku bercanda yang sehat dengan tindakan yang dapat menyakiti atau merugikan orang lain.
Sebagai bagian dari output kegiatan, mahasiswa KKN Kelompok 44 juga memfasilitasi penandatanganan komitmen bersama "Sekolah Bebas Perundungan".
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 75 Gelar Sosialisasi Anti-Bullying Bersama Murid SDN 014 Pulau Binjai
Komitmen tersebut menjadi simbol kesadaran bersama para siswa untuk menolak segala bentuk bullying dan tidak mendiamkan tindakan perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah.
Selain itu, mahasiswa KKN turut memasang poster informatif bertema "Stop Bullying". Poster tersebut berisi pesan dan informasi mengenai langkah sederhana yang dapat dilakukan siswa untuk mencegah perundungan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui media visual tersebut, siswa diharapkan semakin mudah mengingat pentingnya saling menghormati, membantu teman yang membutuhkan dukungan, serta berani mengatakan tidak terhadap tindakan bullying.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 24 Tanamkan Kebiasaan Menabung Sejak Dini kepada Siswa SDN 14 Delima Jaya
Kepala Sekolah SD 003 Desa Laksamana menyambut baik pelaksanaan kegiatan yang digelar mahasiswa KKN Kelompok 44 UMRI tersebut. Menurutnya, edukasi anti-bullying sejalan dengan upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi seluruh siswa.
"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergi dalam menanamkan nilai-nilai karakter positif pada siswa. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan positif dalam interaksi sosial siswa, baik di sekolah maupun di luar sekolah," ujar Kepala Sekolah SD 003 Desa Laksamana.
Dukungan juga diberikan para guru yang turut memperhatikan pelaksanaan kegiatan. Peran pihak sekolah dinilai penting untuk memastikan edukasi mengenai pencegahan bullying tidak berhenti setelah kegiatan sosialisasi selesai.
Sinergi antara pihak SD 003 Desa Laksamana dan mahasiswa KKN UMRI diharapkan dapat memperkuat upaya membangun budaya sekolah yang saling menghargai, peduli dan mendukung satu sama lain.
Baca juga:Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah
Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa program KKN Kelompok 44 tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga menghadirkan kegiatan aplikatif yang dapat memberikan pemahaman langsung kepada siswa.
Dengan adanya komitmen "Sekolah Bebas Perundungan" dan pemasangan poster "Stop Bullying", siswa memiliki pengingat nyata mengenai pentingnya menciptakan interaksi sosial yang sehat di lingkungan sekolah.
Mahasiswa KKN Kelompok 44 berharap edukasi yang telah diberikan dapat terus diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari. Konsistensi dalam membangun interaksi yang positif dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari rasa takut dan tindakan perundungan.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau