SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN-MAS) kelompok 30 turut memeriahkan upacara Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Desa Buantan Lestari, Kecamatan Siak. Acara berlangsung meriah pada Ahad 17 Agustus 2025.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN-MAS menampilkan tarian Maumere dan Tor-Tor. Penampilan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat. Aksi ini menjadi simbol kebersamaan dan kolaborasi antar generasi dalam mengisi kemerdekaan di desa.
Rangkaian acara dimulai dengan upacara bendera pada pukul 08.30 WIB di lapangan desa. Upacara dihadiri oleh perangkat desa, siswa-siswi, guru, tokoh masyarakat, serta mahasiswa KKN-MAS. Penghulu desa, Agus Muhammad Yasin, bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, Agus Muhammad Yasin menyampaikan pentingnya memperkuat semangat gotong royong dan nasionalisme di kalangan generasi muda. Ia mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN yang ikut terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT RI.
“Partisipasi mahasiswa KKN memberi warna baru dalam perayaan kemerdekaan. Mereka bukan hanya menambah semarak acara, tetapi juga menjadi contoh sinergi antara dunia akademik dan masyarakat,” ungkap Agus di hadapan peserta upacara.
Acara dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni dari sekolah-sekolah setempat. Siswa SDN 01 menampilkan tarian semapor, PAUD Kartini menampilkan gerakan kreatif anak, sementara siswa SMPN 02 menampilkan tarian tradisional.
Sorotan utama adalah penampilan mahasiswa KKN-MAS kelompok 30 yang mempersembahkan tarian Maumere dan Tor-Tor. Gerakan penuh semangat dan kompak mencerminkan kebersamaan yang ingin ditumbuhkan selama mereka mengabdi di desa.
Menurut Lony, salah satu anggota KKN, penampilan ini dipersiapkan khusus untuk menyemarakkan HUT RI ke-80. “Kami ingin masyarakat merasakan energi positif dari mahasiswa dan membangun rasa persaudaraan melalui seni,” jelasnya.
Selain menampilkan seni tari, mahasiswa KKN juga ikut serta dalam pawai kemerdekaan yang digelar setelah upacara. Pawai ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, karang taruna, hingga kelompok ibu-ibu PKK.
Kemeriahan berlanjut hingga sore dan malam hari dengan berbagai perlombaan tradisional, seperti panjat pinang, tarik tambang, dan lomba makan kerupuk. Mahasiswa KKN tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga turut membantu panitia desa menyukseskan acara.
Kepala Desa Buantan Lestari, melalui perwakilannya, menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi mahasiswa KKN. “Kami senang dengan kehadiran mahasiswa. Semoga kebersamaan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi di masyarakat,” ujarnya.
Ketua kelompok KKN-MAS 30, Fadil, juga menegaskan bahwa keterlibatan dalam peringatan HUT RI adalah bagian dari pengabdian mereka. “Kami ingin meninggalkan kesan bahwa mahasiswa bukan sekadar hadir, tetapi ikut menyatu dengan masyarakat desa,” katanya.
Menurut Fadil, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat komunikasi dengan warga. Ia berharap ke depan masyarakat semakin terbuka dengan program-program KKN yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan desa.
Peringatan HUT ke-80 RI di Desa Buantan Lestari akhirnya ditutup dengan doa bersama dan hiburan rakyat. Kemeriahan yang tercipta menunjukkan bahwa nilai kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan simbol upacara, tetapi juga dengan kebersamaan nyata.
Partisipasi mahasiswa KKN-MAS kelompok 30 mendapat apresiasi luas. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat mampu memperkuat semangat nasionalisme, persaudaraan, dan gotong royong. Dokumentasi kegiatan tersedia atas permintaan. ***