Mahasiswa Akuntansi UMRI Ajak Ibu-ibu Bukit Barisan Lestarikan Budaya Lewat Kain Songket

datariau.com
333 view
Mahasiswa Akuntansi UMRI Ajak Ibu-ibu Bukit Barisan Lestarikan Budaya Lewat Kain Songket
Foto: Vella Adelia
Mahasiswa UMRI menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan di Perumahan Bukit Barisan.

PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan bertajuk "Kreasi Cantik Warisan Budaya: Bros Jilbab dan Jepit Rambut dari Kain Songket" pada Sabtu, 14 Juni 2025 di Perumahan Bukit Barisan, Pekanbaru. Kegiatan ini diikuti oleh 30 ibu rumah tangga.

Kegiatan ini dibimbing oleh dosen Ilham Hudi SPd MPd dan dilaksanakan oleh tim mahasiswi yang terdiri dari Vella Adelia, Nelsy Helmilia Putri, Wingki Sarmila, Syarifatul Hayati, Amelia Nurlita, Rahma Maulida Erizal, Putri Fauzelly Mulia, Annisa Safitra, dan Elda Amelia. Semua anggota tim berperan aktif dalam menyukseskan jalannya kegiatan.

Pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan keterampilan kreatif, semangat kewirausahaan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya lokal, khususnya kain songket yang merupakan warisan budaya Melayu Riau. Melalui pendekatan edukatif dan aplikatif, para peserta diajarkan teknik pembuatan bros jilbab dan jepit rambut dari kain songket, yang dapat dikembangkan sebagai produk kerajinan bernilai jual tinggi.

“Kegiatan ini bukan hanya mengajarkan keterampilan teknis, tapi juga bagaimana budaya lokal dapat menjadi inspirasi sekaligus peluang ekonomi,” ungkap Vella Adelia, salah satu anggota tim pelaksana dari UMRI.

Dalam kegiatan ini, peserta sangat antusias mengikuti proses pelatihan, mulai dari sesi pengenalan budaya songket hingga praktik langsung membuat aksesori menggunakan bahan yang telah disiapkan oleh tim mahasiswa. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa peserta tidak hanya mampu mengikuti tahapan pembuatan, namun juga mulai mengembangkan desain kreatif masing-masing.

Salah satu peserta, Ibu Eci, menyampaikan kesannya, “Kreatifitas itu penting. Anak-anak mahasiswa ini luar biasa kreatif, dan ini memberikan inspirasi bagi kami untuk terus berkarya.”

Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk kelompok usaha kecil yang mandiri, sehingga produk lokal berbasis budaya seperti aksesori dari kain songket dapat menjadi alternatif usaha yang menopang perekonomian keluarga sekaligus melestarikan warisan budaya. *rls

Penulis
: Vella Adelia
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)