Mahasisw KKN UNRI Gali Potensi SDA Kelurahan Tanjung Rhu

Admin
156 view
Mahasisw KKN UNRI Gali Potensi SDA Kelurahan Tanjung Rhu

PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa KKN Balek Kampung Tanjung Rhu Universitas Riau mengadakan kegiatan survey lapangan guna mencari informasi terkait potensi Kelurahan berdasarkan sumber daya alam yang ada di beberapa RT setempat, Senin, 26 Juli 2021.

Kelurahan Tanjung Rhu memiliki banyak potensi sumber daya alam yang belum dimanfaatkan secara optimal, contohnya sumber daya alam yang berupa tanaman unggulan seperti sayur mayur, cokelat, jambu, kelengkeng dan lain sebagainya.

Hasil tanaman tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi dan juga dapat diolah menjadi produk sekunder untuk memperoleh nilai tambah yang berguna bagi peningkatan pendapatan keluarga.

Adapun teknik penanaman yang telah merambah ke arah hidroponik. Sudah banyak warga yang menggunakan media tanam hidroponik untuk tanaman mereka.

Hidroponik sangat cocok diterapkan bagi yang memiliki lahan yang terbatas dan dapat membantu hasil panen yang lebih memuaskan. Hal ini tentunya juga berpengaruh terhadap kualitas bercocok tanam warga Kelurahan Tanjung Rhu.

Sumber daya alam berupa ternak unggulan seperti lele, bebek, ayam, sapi dan lain sebagainya, masih cukup mampu untuk mendongkrak ekonomi keluarga.

Investasi mikro di sektor ternak banyak dilakoni penduduk dan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, paling tidak untuk mengimbangi prilaku konsumtif.

Adapun ternak lele yang kerap ditemui di beberapa rumah warga, salah satunya yang ditemui yakni di rumah Kepala RW 05 sekaligus ketua LKM Kelurahan Tanjung Rhu.

“Apa manfaat bapak untuk menjadikan lele sebagai ternak bapak?” tanya Abraham selaku ketua dari tim KKN dengan penasaran.

Tidak lama dari itu pak Lurah menjawab “Alasan saya yaitu ikan lele merupakan salah satu ikan paling populer di masyarakat Indonesia. Perawatannya pun murah serta ikan lele memiliki daya tahan yang kuat sehingga tidak mudah terkena penyakit, benih juga gampang didapat dan termasuk murah.” (Niswatun Hasanah/Abraham Yulio Samosir)