KAMPAR, datariau.com - Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying perlu ditanamkan sejak usia dini. Tidak hanya memahami pengertian bullying, anak-anak juga perlu diajak mengenali dampaknya serta membangun hubungan pertemanan yang sehat dan saling menghargai.
Hal tersebut dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 113 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) di Desa Sungai Harapan melalui kegiatan Sosialisasi Anti-Bullying di UPT SDN 026 Desa Sungai Harapan, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut mengajak para siswa memahami pentingnya menjaga perkataan dan tindakan, menghargai sesama, membangun pertemanan yang positif, serta meningkatkan kepedulian terhadap perasaan orang lain.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Edukasi “Kelas Hebat Tanpa Bullying” di SDN 002 Lubuk Ambacang
Sosialisasi dikemas secara edukatif dan interaktif agar materi lebih mudah dipahami para siswa. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Nurman, S.Pd. selaku narasumber.
Dalam pemaparannya, siswa diberikan pemahaman mengenai bullying serta pentingnya menciptakan lingkungan pertemanan yang positif dan penuh rasa saling menghargai.
Selanjutnya, mahasiswa KKN 113 selaku penyelenggara turut menyampaikan materi dengan pendekatan yang lebih interaktif. Materi disesuaikan dengan karakteristik siswa sehingga pesan mengenai pencegahan bullying dapat diterima dengan lebih mudah.
Baca juga:Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 23 Sosialisasikan Pentingnya Menabung Sejak Dini di SDN 09 Buatan Baru
Untuk memperkuat pemahaman, mahasiswa kemudian mengajak siswa menyaksikan short movie bertema bullying. Melalui tayangan tersebut, siswa diperlihatkan berbagai situasi bullying yang berpotensi terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Usai menonton, siswa diajak berdiskusi mengenai isi tayangan dan perasaan yang muncul ketika melihat seseorang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan. Mereka juga diberikan pemahaman bahwa sesuatu yang dianggap sebagai candaan belum tentu menyenangkan bagi orang lain.
Kegiatan dilanjutkan dengan refleksi diri. Para siswa diajak melihat kembali bagaimana selama ini mereka memperlakukan teman, sekaligus membayangkan perasaan seseorang ketika diejek, dikucilkan, dipermalukan, atau mendapatkan perlakuan yang menyakitkan.
Baca juga:Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 23 Edukasi Siswa SDN 09 Buatan Baru tentang Pencegahan Bullying
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian siswa adalah “Pohon Harapan”. Setiap siswa diberikan sticky notes untuk menuliskan perasaan yang mungkin mereka rasakan ketika mengalami bullying.
Berbagai perasaan dituangkan dalam tulisan, mulai dari sedih, takut, malu, marah, kecewa, sakit hati hingga merasa tidak percaya diri. Setelah selesai, para siswa menempelkan sticky notes tersebut pada Pohon Harapan.
Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa setiap perasaan memiliki nilai dan setiap anak berhak didengarkan, dihargai, serta diperlakukan dengan baik.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Melalui rangkaian materi, pemutaran short movie, diskusi, refleksi diri, dan Pohon Harapan, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang bullying, tetapi juga diajak memahami persoalan tersebut dari sisi perasaan dan pengalaman.
Mahasiswa KKN 113 UMRI berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk menjadi teman yang lebih peduli serta mampu menciptakan lingkungan pertemanan yang positif.