SMM PANEL INDO

KKN UMRI Kelompok 1 Kenalkan Sistem Pembayaran Non-Tunai QRIS untuk UMKM Merempan Hulu

datariau.com
119 view
KKN UMRI Kelompok 1 Kenalkan Sistem Pembayaran Non-Tunai QRIS untuk UMKM Merempan Hulu
Foto: Ist.
Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 1 di Kelurahan Merempan Hulu mengambil inisiatif membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan sistem pembayaran QRIS.

SIAK, datariau.com - Perkembangan teknologi finansial mendorong perubahan pola transaksi masyarakat, termasuk di tingkat kelurahan. Melihat kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 1 di Kelurahan Merempan Hulu mengambil inisiatif membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) beradaptasi dengan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Program digitalisasi pembayaran ini ditujukan untuk mempermudah transaksi sekaligus mendukung pengembangan UMKM lokal agar mampu mengikuti perkembangan ekonomi digital. Kehadiran QRIS memberikan alternatif pembayaran bagi konsumen tanpa harus menggunakan uang tunai.

Selain memberikan kemudahan bagi pembeli, penggunaan QRIS juga dinilai membantu pelaku UMKM dalam menjalankan aktivitas transaksi. Pedagang tidak perlu menyediakan uang kembalian dalam jumlah banyak, sementara transaksi digital dapat tercatat dengan lebih teratur.

Baca juga:KKN UMRI Kelompok 1 Ajarkan Literasi Finansial dan Peduli Lingkungan Lewat Celengan Daur Ulang


Ketua Kelompok 1 KKN UMRI di Merempan Hulu, Aldino, mengatakan program tersebut berangkat dari hasil pengamatan mahasiswa terhadap aktivitas UMKM di wilayah tersebut.

“Kami melihat banyak warung dan kedai makan yang ramai dikunjungi, namun proses pembayarannya masih sangat tradisional. Dengan adanya QRIS, kami berharap dapat membantu meningkatkan efisiensi usaha mereka dan memperkenalkan cara bertransaksi yang modern dan aman kepada masyarakat sekitar,” ujar Aldino.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UMRI tidak hanya membantu memfasilitasi pembuatan kode QRIS bagi pelaku UMKM. Tim juga memberikan pendampingan secara langsung agar para pemilik usaha memahami cara menggunakan sistem pembayaran tersebut.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta MBKM UNRI Sosialisasi Stunting dan Pola Hidup Sehat di Kampung Teluk Merempan


Pendampingan mencakup edukasi mengenai mekanisme transaksi QRIS, cara melakukan pengecekan pembayaran dan saldo melalui aplikasi merchant, hingga pemahaman mengenai pentingnya menjaga keamanan akun.

Mahasiswa memberikan penjelasan secara bertahap kepada pelaku UMKM agar penggunaan teknologi tersebut dapat dilakukan secara mandiri setelah program KKN berakhir. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil.

Salah satu pelaku UMKM yang mengikuti program tersebut adalah Irwan Saputra, pemilik kedai makan di Kelurahan Merempan Hulu. Ia menyambut positif pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN UMRI.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya adik-adik mahasiswa KKN dari UMRI ini. Mereka mau membantu membuatkan QRIS dari awal, dari mendaftar sampai jadi. Sekarang, pembeli yang ingin membayar pakai dompet digital atau mobile banking sudah bisa langsung scan di kedai kami,” kata Irwan.

Baca juga:Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah


Menurutnya, penggunaan QRIS membuat proses pembayaran menjadi lebih praktis, terutama ketika konsumen tidak membawa uang tunai. “Prosesnya cepat, dan kami pun tidak pusing mencari uang kembalian,” tambahnya.

Program pengenalan QRIS tersebut diharapkan tidak berhenti pada kemudahan transaksi semata. Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 1 berharap digitalisasi pembayaran dapat menjadi salah satu langkah awal dalam mendorong pelaku UMKM Merempan Hulu untuk mengembangkan usaha dan memperluas akses terhadap konsumen.

Penulis
: Indah Putri Alwiyah S
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)