KUANTAN SINGINGI, datariau.com - Kreativitas siswa terus didorong melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan dekat dengan lingkungan. Hal tersebut dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 80 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melalui pelatihan ecoprint bagi siswa kelas IV SD Negeri 010 Talontam, Desa Talontam.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN UMRI untuk mengenalkan seni kreatif yang ramah lingkungan sekaligus mengajak siswa memanfaatkan potensi alam di sekitar sebagai bahan untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai guna.
Pelatihan ecoprint memberikan pengalaman baru bagi para siswa. Mereka diperkenalkan dengan teknik menghasilkan motif alami menggunakan berbagai jenis daun dan bunga yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Baca juga:Tanamkan Hidup Sehat Sejak Dini, KKN 80 UMRI Edukasi PHBS di SDN 010 Talontam Benai
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa tumbuhan tidak hanya memiliki fungsi penting bagi lingkungan, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara kreatif menjadi bagian dari sebuah karya seni.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Kelompok 80 terlebih dahulu memberikan penjelasan mengenai ecoprint kepada para siswa. Mereka kemudian memperkenalkan bahan-bahan yang dapat digunakan serta menjelaskan tahapan dalam membuat motif alami pada kain.
Setelah mendapatkan arahan, siswa diberikan kesempatan memilih berbagai jenis daun dan bunga yang telah disiapkan. Bahan-bahan tersebut kemudian disusun di atas permukaan kain tote bag sesuai dengan kreativitas masing-masing siswa.
Baca juga:
Tim Kukerta UNRI Bagikan Masker Kepada Warga Desa Talontam yang Sedang Mengadakan Perkumpulan di Balai Desa
Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh antusias. Para siswa tampak bersemangat ketika menentukan susunan daun dan bunga yang akan digunakan untuk menghasilkan motif pada tote bag mereka.
Setiap siswa diberi kebebasan untuk menentukan bentuk dan susunan motif sesuai dengan imajinasi masing-masing. Hal tersebut membuat setiap tote bag memiliki karakter dan tampilan yang berbeda.
Selain menjadi kegiatan seni, pelatihan ecoprint juga menjadi sarana pembelajaran yang mengajarkan siswa untuk lebih dekat dengan lingkungan. Mereka belajar bahwa bahan-bahan alami yang berada di sekitar dapat dimanfaatkan menjadi karya kreatif tanpa harus menggunakan bahan yang sulit diperoleh.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Sosialisasi Stop Bullying di SDN 010 Talontam Kuantan Singingi
Kegiatan tersebut sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Siswa dikenalkan dengan konsep sederhana mengenai pemanfaatan bahan alam secara bijak serta pentingnya menjaga lingkungan agar tetap lestari.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 80 UMRI, kegiatan ecoprint diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas membuat kerajinan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi para siswa.
Melalui proses memilih bahan, menyusun daun dan bunga, hingga menghasilkan motif pada tote bag, siswa belajar mengembangkan kreativitas, ketelitian, kemandirian, serta keberanian untuk menghasilkan karya berdasarkan ide mereka sendiri.
Baca juga:Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah
Pelatihan ecoprint juga diharapkan dapat membuka wawasan siswa bahwa lingkungan sekitar memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai.
Dengan pendekatan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UMRI dalam mendukung pendidikan sekaligus membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda.
Para siswa diharapkan dapat membawa pengalaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam melihat dan memanfaatkan potensi lingkungan secara lebih kreatif, bertanggung jawab, dan bijaksana.
Ecoprint pun menjadi contoh sederhana bahwa belajar seni tidak harus selalu dilakukan di dalam kelas. Dengan memanfaatkan daun dan bunga yang ada di sekitar, siswa dapat belajar berkarya sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan.***