BENGKALIS, datariau.com - Mahasiswa Kukerta MBKM Universitas Riau 2024 berhasil melakukan pendampingan dalam perlombaan B2SA. Pangan B2SA adalah singkatan (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman). Pangan beragam artinya terdapat bermacam-macam jenis makanan, baik hewani maupun nabati, sebagai sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.
Makanan yang dikonsumsi harus beragam jenisnya karena tiap makanan memiliki kandungan gizi yang berbeda sehingga kebutuhan gizi dapat terpenuhi. Bergizi artinya mengandung zat gizi makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tubuh. Seimbang artinya dikonsumsi secara cukup sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu dengan tetap memperhatikan proporsinya sesuai dengan Isi Piringku.
Aman artinya harus bebas dari cemaran fisik, kimia, dan mikrobiologi sehingga proses pengolahan dan penyimpanan makanan harus dilakukan dengan baik.
Lomba Menu B2SA ini bertujuan mensosialisasikan konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman kepada masyarakat. Dalam lomba ini, peserta dapat memanfaatkan hasil potensi alam daerah untuk diolah menjadi makanan fungsional yang mengandung nutrisi lengkap dan meningkatkan kualitas konsumsi pangan.
Melalui kegiatan lomba ini harapannya dapat menjadi wadah untuk mengatasi permasalahan gizi ganda, yakni kekurangan dan kelebihan gizi.
Selain manfaat dalam aspek gizi, lomba ini juga diharapkan dapat membantu menambah pendapatan rumah tangga, yakni dengan cara memanfaatkan potensi alam daerah dengan menciptakan produk pangan inovatif yang memiliki nilai jual dan mampu meningkatkan ekonomi keluarga.
Salah seorang mahasiswa Kukerta MBKM Universitas Riau Adelya Try Wulan Suci Rahma Ningsih berhasil menginovasikan sagu menjadi makanan pokok rendah gula, tinggi karbohidrat yang cocok untuk penderita diabetes.
Dari menu tersebut ternyata berhasil menarik perhatian juri yaitu Kuanto Wakil Ketua Pokja III TP PKK Kabupaten Bengkalis. “Bagus nih inovasinya lontong dari sagu, coba terus dikembangkan agar dapat lebih dikenal masyarakat luas,” ujarnya.
Selain menu dari inovasi lontong sagu, ada juga menu inovasi pendukung lainnya yaitu tako nangka daun kelor, menu sehat ini sangat cocok untuk pencegahan stunting.
Acara ini diselenggarakan Pokja III TP PKK Kecamatan Siak Kecil dan diadakan 1 tahun sekali dengan jadwal menyesuaikan oleh TP PKK Kecamatan Siak Kecil. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa 30 Juli 2024 yang pada saat itu diwakilkan oleh Anggota Pokja III TP PKK Sungai Nibung yitu Vefi Putumas SPd, Widiawati, Susilawati, dan Jumiati.
Dosen Pembimbing Lapangan Rina Susanti SSos MSi dan Tim Mahasiswa Kukerta MBKM Universitas Riau 2024 memiliki 12 anggota, semuanya berasal dari satu fakultas yang sama yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan terdiri dari mahasiswa yang berasal dari 3 jurusan yang berbeda.
Diantaranya 6 mahasiswa dari Jurusan Sosiologi, 4 mahasiswa dari Ilmu Pemerintahan dan 2 mahasiswa dari Ilmu Komunikasi, yakni Indra Syaputra sebagai Ketua, Fadilah Nike Lestari sebagai Sekretaris 1, Umi Muflihatun sebagai Sekretaris 2 dan Bulan Ziza sebagai Bendahara.
Lalu diikuti anggota M Adnan Amjad, Cici Kurniasih, Adelya Try Wulan Suci Rahma Ningsih, Ananda Afrianza, Destalian Bembi Nursal, Ramzilas Akza, Rifkiy Maulana Triadi dan Andika Saputra Pratama. ***