FISIP UNRI Promosikan Olahan Sagu di Lingkungan Kampus

datariau.com
1.014 view
FISIP UNRI Promosikan Olahan Sagu di Lingkungan Kampus

PEKANBARU, datariau.com - Sagu menjadi komoditas potensial untuk dikembangkan sebagai bahan pokok pengganti nasi. Tanaman dengan nama latin metroxylon sagu ini banyak tumbuh di lahan gambut terutama di daerah Kepulauan Meranti dengan luas 44,657 hektare dan merupakan 2,98 persen luas tanaman sagu nasional.

Budidaya sagu di lahan gambut menjadi penopang ekonomi sebagian besar masyarakat di Kepulauan Meranti. Bahkan interaksi antara masyarakat dengan sagu menghasilkan ragam kearifan lokal, seperti cara membuka lahan, cara pemilihan bibit, perawatan, penanaman hingga cara panen.

Masyarakat di Kepulauan Meranti sejatinya memiliki ketergantungan yang besar pada tanaman sagu sebagai penghasilan sehari-hari. Namun, selama ini mereka kurang mendapatkan manfaat optimal sebab sagu kurang populer untuk dikonsumsi di kalangan masyarakat.

Kondisi demikian merupakan wajah suram pengembangan sagu di Provinsi Riau. Sehingga untuk mencapai harapan sejahtera potensi sagu perlu dipromosikan dan dikembangkan agar peminatnya semakin banyak.

Berkaitan pada upaya memperkenalkan dan mendukung pengembangan sagu sebagai pangan sehat, Rabu 13 September 2023 FISIP Universitas Riau melaksanakan kegiatan jamuan olahan sagu. Acara digelar di Laboratorium Pariwisata FISIP Universitas Riau dan melibatkan mahasiswa sebagai juru masak, pelayan tamu, dan panitia.

Dalam jamuan olahan sagu, disajikan dua hidangan utama yaitu mi sagu goreng dan sup mi sagu. Resep kedua oalahan tersebut merupakan hasil kreativitas mahasiswa yang diciptakan pada saat mereka melaksanakan Kukerta.

"Jamuan ini untuk memperkenalkan dan mengembangkan potensi sagu. Manfaat sagu sangat banyak bagi kesehatan. Rasanya enak dan punya peluang untuk dikemas menjadi produk olahan yang dijual di kantin, cafe, maupun tempat makan lainnya. Perlu diketahui resep makanan yang hari ini dihidangkan adalah hasil cipta mahasiwa kukerta tahun 2023 terutama Desa Tenggayun," kata Prof Ashaluddin Jalil MS, Guru Besar Sosiologi FISIP Universitas Riau sekaligus inisiator acara.

Acara dilaksanakan pukul 11.30 sampai puiul 14.00 dan dihadiri 25 orang dari jajaran pimpinan FISIP Universitas Riau, sejumlah pejabat di lingkungan Universitas Riau, dosen dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan Universitas Riau serta mahasiswa.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FISIP Universitas Riau memberikan apresiasi kepada inisiator kegiatan dan pihak yang terlibat. Acara ini merupakan gebrakan yang positif, memiliki manfaat besar bagi masyarakat lokal petani sagu serta layak untuk diadakan berkala.

"Saya memberikan apresiasi yang tinggi. Tadi sudah mencoba olahan sagu, rasanya enak dan layak dijual. Kita dukung untuk pengembangan sagu supaya memberikan manfaat positif bagi petani sagu di Provinsi Riau," ujar Dr Meyzi Heriyanto SSos MSi.

Kegiatan promosi potensi pangan lokal dan pengembangan sagu akan diupayakan terlaksana secara berkala. Direncanakan berbentuk bisnis kuliner di cafe maupun gerai dalam kampus karena sesungguhnya peminat sagu cukup banyak. Hal ini sebagai bentuk komitmen Perguruan Tinggi khususnya FISIP UNRI dalam mengembangkan potensi pangan lokal untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. (*)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)