Disdikbud Siak Luncurkan Program Pendidikan Keaksaraan

Hermansyah
119 view
Disdikbud Siak Luncurkan Program Pendidikan Keaksaraan
Asisten Administrasi Umum Sekretariat kantor Bupati Siak Drs H Jamaluddin MSi.

SIAK, datariau.com - Pendidikan keaksaraan adalah salah satu bentuk layanan pendidikan non formal bagi masyarakat buta aksara untuk belajar membaca, menulis dan berhitung pembelajaran Pendidikan Keaksaraan bagi penduduk buta aksara usia 15-59 tahun.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat kantor Bupati Siak Drs H Jamaluddin MSi mengatakan pelaksanaan program Pendidikan Keaksaraan merupakan visi misi Bupati Siak.

"Tujuannya dalam meningkatkan angka lulus sekolah masyarakat minimal SMA di Kabupaten Siak," ucap Jamal saat membuka peluncuran program pendidikan keaksaraan di Kampung Marempan Hilir Kecamatan Mempura, Kamis (16/9/2021).

"Kita memberikan pelayanan kepada masyarakat, kita yang menyisir ke kampung-kampung untuk menemui masyarakat yang masih belum menyetarakan pendidikan," kata Jamal.

Dikatakannya, diharapkan program ini mampu mengasilkan bentuk sikap, pengembangan pengetahuan dapat meningkatkan keterampilan membaca, menulis berhitung serta berkomunikasi dalam bahasa Indonesia yang baik.

"Kita harapkan dari program ini warga yang ikut mampu membaca, menulis berhitung serta berkomunikasi dalam bahasa Indonesia yang baik," pintanya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Siak meluncurkan program Pendidikan Keaksaraan. Program ini merupakan komitmen Pemkab Siak dalam mengentaskan buta aksara.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten Siak Lukman menyebutkan program Pendidikan Keaksaraan merupakan komitmen Pemkab Siak dalam mengentaskan buta aksara.

"Hampir mencapai 1.000 orang angka yang belum mengenyam berpendidikan di Kabupaten Siak. Pemerintah berkomitmen ingin menuntaskan pendidikan kejar paket A, B dan C di kampung-kampung sesuai dengan visi misi dari Bupati Siak," ujarnya.

Dia menjelaskan pendidikan keaksaraan salah satu bentuk layanan pendidikan non formal bagi warga masyarakat buta aksara untuk kembali belajar membaca, menulis, dan berhitung pembelajaran Pendidikan Keaksaraan bagi penduduk buta aksara usia 15-59 tahun.

Jumlah keabsarahan ini berjumlah dua kelompok dengan jumlah peserta belajarnya sebanyak 250 orang dengan 7 orang tutorial tersebar di Kecamatan Mempura, Sungai Apit, Sabak Auh, Lubuk Dalam dan Kecamatan Kandis.

"Ada beberapa kecamatan yang belum mengikuti penyetaraan pendidikan dikarenakan masih belum fix datanya," singkatnya.

Pelaksaan pembelajaran atau pendidikan keaksaraan ini dengan tenggang waktu selama 3 bulan dan pendidikan ini tidak di pungut biaya atau gratis.(rls)