Cegah Bullying, Mahasiswa Kukerta MBKM UNRI 2024 Gelar Sosibul di SDN 005 Titian Resak

datariau.com
574 view
Cegah Bullying, Mahasiswa Kukerta MBKM UNRI 2024 Gelar Sosibul di SDN 005 Titian Resak

DATARIAU.COM - Mahasiswa Kukerta MBKM Universitas Riau (UNRI) tahun 2024 melaksanakan kegiatan Sosialisasi Bullying (SOSIBUL) di SDN 005 Titian Resak, Sabtu (10/8/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan dampak negatif bullying serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.

Bullying merupakan tindakan penindasan yang sering kali terjadi di berbagai tempat, termasuk sekolah.

Tindakan ini dilakukan dengan tujuan menyakiti seseorang, baik secara fisik maupun mental.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI-PPA), pada periode Januari hingga Februari 2024, tercatat sebanyak 1.993 kasus kekerasan terhadap anak.

Selain itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2023 terdapat sekitar 3.800 kasus bullying di Indonesia.

Menurut studi Programme for International Student Assessment (PISA), Indonesia termasuk dalam lima besar negara dengan kasus bullying tertinggi di dunia.

Mahasiswa Kukerta MBKM UNRI melihat pentingnya pencegahan bullying sejak dini agar tidak berdampak buruk bagi masa depan korban maupun pelaku.

Oleh karena itu, kegiatan SOSIBUL ini menjadi salah satu langkah nyata untuk mengedukasi siswa tentang bahaya bullying dan upaya pencegahannya.

Kegiatan ini juga mendapatkan respon yang baik dari pihak sekolah.

“Bagus sosialisasi bullying di sekolah kami, apalagi untuk anak kelas 5 dan 6,” ujar Luluk, Kepala SDN 005 Titian Resak.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan terciptanya lingkungan sekolah yang nyaman dan bebas dari tindakan perundungan.

Bullying atau perundungan adalah tindakan yang tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, maupun sosial yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, tersakiti, dan tertekan.

Bullying dapat terjadi di dunia nyata maupun dunia maya (cyberbullying), baik dilakukan oleh individu maupun kelompok.

Beberapa bentuk bullying antara lain:

1. Bullying fisik: Memukul, mendorong, atau melakukan tindakan kekerasan fisik lainnya

2. Bullying verbal: Mengejek, menghina, atau memanggil dengan nama-nama yang tidak baik

3. Bullying sosial: Mengucilkan atau mengabaikan seseorang dari kelompok pertemanan

4. Cyberbullying: Perundungan yang terjadi di dunia maya, seperti media sosial atau platform daring lainnya.

Cara Menghindari Bullying

Dalam kegiatan SOSIBUL ini, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada siswa/i mengenai beberapa cara untuk menghindari perundungan, di antaranya:

1. Bersikap baik: Menekankan pentingnya bersikap baik kepada teman dan tidak mengejek satu sama lain

2. Menjadi teman yang peduli: Menanamkan sikap peduli antar satu sama lain, serta tidak membeda-bedakan teman dalam kelompok bermain akan mencegah terjadinya perundungan sosial

3. Lapor kepada guru: Memberikan pemahaman kepada siswa/i tentang pentingnya melaporkan kejadian bullying kepada guru untuk mencegah perundungan yang berlanjut

4. Tidak membalas dengan kekerasan: Ketika merespons kekerasan dengan cara yang sama, akan memberi ruang bagi konflik untuk berkembang. Dalam menghadapi perundungan, penting untuk tetap fokus pada prestasi dan pengembangan diri. Dengan demikian, kita tidak hanya menjaga kesehatan mental dan emosional, tetapi juga menunjukkan bahwa kesuksesan dan pencapaian akademis lebih penting daripada merespons provokasi dengan cara yang negatif

5. Bersama-sama melawan bullying: Mengajak siswa/i untuk bekerja sama dalam melawan bullying, sehingga sekolah menjadi tempat yang lebih aman dan menyenangkan.

Untuk membangkitkan semangat siswa/i dalam memberantas bullying, Mahasiswa juga memperkenalkan jargon “Ciptakan Perdamaian, Utamakan Persatuan, Stop Bullying!”.

Selama kegiatan berlangsung, siswa/i aktif dalam menyampaikan argumennya serta antusias dalam menjawab pertanyaan yang diberikan.

Siswa/i yang aktif selama sesi tanya jawab diberi hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam kegiatan ini.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa Kukerta MBKM UNRI berharap dapat menanamkan pemahaman kepada siswa/i SDN 005 Titian Resak mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang damai dan bebas dari bullying.

Semoga ilmu yang diberikan menjadi bekal bagi siswa/i dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)