SIAK, datariau.com - Semangat pengabdian kepada masyarakat melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi terus diwujudkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI). Hal itu ditunjukkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMRI Kelompok 44 Tahun 2026 melalui sejumlah program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di Desa Laksamana, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak.
Kehadiran mahasiswa KKN Kelompok 44 tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kewajiban akademik. Mereka berupaya menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya dalam pengembangan ekonomi lokal dan peningkatan kesadaran terhadap lingkungan.
Dua fokus utama yang diusung Kelompok 44 yakni digitalisasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta edukasi mengenai pentingnya keberlanjutan lingkungan atau environmental sustainability.
Naikkan Kelas UMKM Keripik Tempe Ibu Sawiyah
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah pendampingan terhadap UMKM keripik tempe milik Ibu Sawiyah. Usaha rumahan tersebut bukanlah usaha baru. Keripik tempe olahan Ibu Sawiyah telah bertahan dan melayani pelanggan selama lebih dari 15 tahun.
Dengan pengalaman panjang tersebut, UMKM keripik tempe Ibu Sawiyah dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Namun, berdasarkan hasil observasi mahasiswa, masih terdapat sejumlah kendala yang membuat usaha tersebut belum dikenal secara lebih luas.
Salah satunya adalah belum adanya identitas visual berupa spanduk yang dapat menjadi penanda lokasi usaha. Karena proses produksi dilakukan di rumah, keberadaan UMKM tersebut kerap sulit ditemukan oleh calon pembeli, khususnya masyarakat dari luar desa.
Baca juga:Perpustakaan Desa Belading Jadi Ruang Belajar, KKN UMRI Kelompok 46 Dampingi Anak SD Setiap Akhir Pekan
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 44 kemudian mengambil langkah dengan membantu menciptakan identitas visual yang lebih kuat. Mereka mendesain sekaligus memasang spanduk bernuansa kuning cerah di lokasi usaha.
Spanduk tersebut dilengkapi informasi mengenai produk dan tagline, "Cemilan renyah dan gurih asli olahan lokal, 100% homemade".
Kehadiran spanduk tersebut tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga membuat lokasi produksi terlihat lebih profesional dan mudah dikenali masyarakat.
Program pendampingan kemudian dilanjutkan dengan digitalisasi lokasi usaha. Mahasiswa mendaftarkan titik lokasi UMKM Keripik Tempe Ibu Sawiyah ke Google Maps sehingga masyarakat dapat menemukan lokasi usaha dengan lebih mudah melalui perangkat digital.
Baca juga:Cerdas Cermat KKN UMRI Kelompok 46 Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Kemuhammadiyahan kepada Anak Desa Belading
Langkah tersebut diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus memperkenalkan produk olahan lokal Desa Laksamana kepada masyarakat di luar wilayah desa.
Selain itu, mahasiswa juga memproduksi video dokumentasi dengan konsep sinematik yang dapat dimanfaatkan sebagai media promosi digital.
"Sekarang siapa pun yang ingin mencari keripik tempe Ibu Sawiyah bisa langsung membuka smartphone dan mengikuti navigasi menuju lokasi. Kami juga membuat video dokumentasi yang dikemas secara sinematik sebagai media promosi digital," ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 44.
Baca juga:Mahasiswa
KKN UMRI Kelompok 46 Sosialisasi “Sekolah Ramah Anak” sebagai Langkah
Preventif Pencegahan Bullying di SD 007 Desa Belading
Menurutnya, rebranding dan digitalisasi tersebut diharapkan dapat membantu UMKM Ibu Sawiyah memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
"Harapannya, melalui rebranding dan kemudahan akses ini, pasar Ibu Sawiyah bisa semakin luas, go digital, dan mampu bersaing di era society 5.0," tambahnya.
Ibu Sawiyah menyambut baik program yang diberikan mahasiswa KKN UMRI tersebut. Ekspresi bahagia dan haru terlihat saat menerima berbagai luaran program yang dihadirkan mahasiswa.
Edukasi Ekologis untuk Masyarakat
Selain pemberdayaan UMKM, KKN UMRI Kelompok 44 juga memberikan perhatian terhadap aspek lingkungan. Edukasi ekologis menjadi bagian penting dari rangkaian pengabdian mereka di Desa Laksamana.
Baca juga:Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah
Program tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Mahasiswa berupaya mendorong masyarakat agar tidak hanya memahami persoalan lingkungan, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan sederhana yang berdampak positif terhadap kelestarian lingkungan.