PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa FISIP Berdampak untuk Negeri (FBN) Universitas Riau yang bertugas di Kelurahan Tangkerang Selatan sukses menyelenggarakan Pelatihan Kreasi Asik dari Tutup Botol bertajuk "Barang Bekas, Karya Berkelas" pada Kamis (23/7/2026). Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Tangkerang Selatan ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat untuk mengolah limbah plastik menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.
Pelatihan yang berkolaborasi dengan Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Tangkerang Selatan tersebut diikuti sekitar 26 peserta yang mayoritas merupakan ibu-ibu PKK. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak memanfaatkan tutup botol plastik bekas menjadi gantungan kunci yang menarik sekaligus bernilai jual sebagai bagian dari penerapan ekonomi kreatif dan upaya mengurangi limbah plastik di lingkungan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Lurah Tangkerang Selatan serta Ketua TP PKK Kelurahan Tangkerang Selatan. Pelatihan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kecamatan Bukit Raya yang ditandai dengan kehadiran Ibu Camat Bukit Raya beserta perwakilan TP PKK Kecamatan Bukit Raya sebagai tamu undangan.
Baca juga:
Mahasiswa FISIP Berdampak untuk Negeri UNRI Hidupkan Kembali Senam Warga Lewat Program Tanksel GEMAS di Tangkerang Selatan
Setelah doa bersama, mahasiswa FBN memberikan materi mengenai pentingnya pengelolaan limbah plastik serta potensi ekonomi yang dapat dihasilkan melalui kreativitas masyarakat. Peserta kemudian diperkenalkan pada teknik pembuatan gantungan kunci menggunakan tutup botol plastik bekas yang dilelehkan dengan bantuan setrika sebelum dicetak menjadi berbagai bentuk menarik.
Memasuki sesi praktik, suasana pelatihan berlangsung hidup dan penuh antusiasme. Seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan didampingi langsung oleh mahasiswa FBN, mulai dari proses pelelehan tutup botol, pembentukan menggunakan cetakan, hingga pemasangan aksesori gantungan kunci.
Pendampingan yang intensif membuat seluruh peserta mampu menyelesaikan hasil kerajinan mereka tanpa mengalami kendala berarti. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta, panitia juga menyiapkan gantungan kunci yang telah dikemas secara menarik sehingga setiap peserta dapat membawa pulang satu hasil karya sebagai kenang-kenangan sekaligus inspirasi untuk terus berkarya.
Tak hanya praktik, pelatihan juga diwarnai dengan sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Banyak peserta mengajukan pertanyaan mengenai teknik pembuatan, peluang pemasaran, hingga cara memperoleh hasil kerajinan yang lebih menarik.
Baca juga:Mahasiswa FISIP Berdampak untuk Negeri UNRI Edukasi Pencegahan Stunting dengan Mading 3D Interaktif di Tangkerang Selatan
Sejumlah ibu-ibu PKK mengaku baru mengetahui bahwa tutup botol plastik yang selama ini dianggap sebagai sampah ternyata dapat diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomi.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa FBN ingin menunjukkan bahwa kreativitas dapat tumbuh dari barang-barang sederhana yang tersedia di sekitar lingkungan. Selain membantu mengurangi jumlah limbah plastik, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha rumahan berbasis kerajinan daur ulang bagi masyarakat.
Ketua Tim FBN Kelurahan Tangkerang Selatan mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme peserta selama mengikuti pelatihan.
"Menurut saya, kreativitas tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar atau mahal. Justru dari barang sederhana seperti tutup botol bekas, kita bisa menghasilkan karya yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Saya berharap setelah pelatihan ini, ibu-ibu tidak hanya membawa pulang hasil kerajinannya, tetapi juga ide dan semangat untuk terus berkarya serta memanfaatkan potensi yang ada di sekitar," ujarnya.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Menurutnya, pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan sederhana seperti ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah berbasis ekonomi kreatif. Dengan kreativitas dan inovasi, limbah yang sebelumnya tidak bernilai dapat diubah menjadi produk yang memiliki manfaat sekaligus potensi pendapatan tambahan bagi keluarga.
Program ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi pengabdian masyarakat yang diusung Mahasiswa FISIP Berdampak untuk Negeri Universitas Riau Tahun 2026. Selain berfokus pada edukasi, mahasiswa turut mendorong lahirnya kebiasaan masyarakat untuk memanfaatkan kembali barang bekas sebagai produk yang lebih bernilai.
Melalui sinergi antara mahasiswa FBN dan TP PKK Kelurahan Tangkerang Selatan, pelatihan "Barang Bekas, Karya Berkelas" diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk terus berinovasi dalam mengolah limbah menjadi produk yang bernilai guna, bernilai ekonomi, sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Dengan demikian, upaya membangun ekonomi kreatif berbasis masyarakat dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.***