Belajar Sambil Bermain, KUKERTA UNRI Hadirkan Game Interaktif PHBS untuk Siswa SDN Plus 006 Desa Muda Setia

Samsul
85 view
Belajar Sambil Bermain, KUKERTA UNRI Hadirkan Game Interaktif PHBS untuk Siswa SDN Plus 006 Desa Muda Setia
PELALAWAN, datariau.com-Sebuah inovasi pembelajaran berbasis permainan diperkenalkan oleh Kelompok KUKERTA Berdampak Universitas Riau Tahun 2026 di Desa Muda Setia, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Riau, sebagai bagian dari Program Prioritas Desa BERSINAR (Bersih Melalui Sistem Edukasi, Pengelolaan Sampah Organik, dan Insinerator). Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Maharani MAk, mahasiswa menghadirkan media edukasi interaktif untuk mengenalkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada siswa kelas V SDN Plus 006 Desa Muda Setia.

Pendekatan yang digunakan berbeda dari pembelajaran konvensional. Alih-alih hanya menyampaikan materi melalui ceramah, para siswa diajak belajar sambil bermain sehingga mereka dapat memahami berbagai konsep PHBS secara lebih menyenangkan. Melalui permainan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah berdasarkan jenisnya, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Media permainan ini dikembangkan oleh Muhammad Ridwan, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Riau. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam bentuk permainan edukatif diharapkan mampu meningkatkan ketertarikan siswa terhadap materi sekaligus membantu mereka memahami isi pembelajaran dengan lebih mudah.

"Melalui permainan ini kami ingin menunjukkan bahwa belajar mengenai kebersihan lingkungan tidak harus membosankan. Dengan cara yang menyenangkan, kami berharap anak-anak bukan hanya memahami materi, tetapi juga terbiasa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Game edukasi tersebut terdiri atas beberapa aktivitas yang dirancang untuk mengasah pengetahuan sekaligus membangun kebiasaan positif. Salah satunya adalah Game Pilah Sampah, di mana siswa diminta mengelompokkan berbagai jenis sampah ke dalam tempat sampah organik, anorganik, dan residu. Permainan ini membantu peserta mengenali karakteristik setiap jenis sampah sekaligus membiasakan mereka melakukan pemilahan sebelum membuangnya.

Permainan lainnya, Tarik Tambang Cerdas, memadukan kerja sama tim dengan sesi tanya jawab seputar PHBS. Setiap jawaban yang benar menjadi kekuatan bagi tim untuk memenangkan permainan, sehingga siswa tidak hanya belajar, tetapi juga dilatih bekerja sama dan berkomunikasi dengan teman-temannya. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Kuis Interaktif yang menguji pemahaman peserta mengenai kebiasaan hidup bersih, langkah-langkah mencuci tangan yang benar, serta penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).

Seluruh permainan dirancang agar dapat dimainkan secara individu maupun berkelompok. Selain melatih kemampuan berpikir dan memecahkan masalah, aktivitas tersebut juga mendorong tumbuhnya sikap kolaboratif sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak usia dini.

Sebagai pelengkap dari kegiatan tersebut, mahasiswa KUKERTA juga memberikan sosialisasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Materi disampaikan oleh tim mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau, yaitu Fathiya Zahwa Marfy, Agnes Junita, dan Nadya Yuliawati. Dalam penyampaiannya, mereka menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, tata cara mencuci tangan yang benar, pemilahan sampah sesuai kategorinya, penerapan prinsip 3R, hingga memperkenalkan budaya hidup bersih masyarakat Jepang sebagai contoh kebiasaan baik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Koordinator Program Desa BERSINAR sekaligus Koordinator Mahasiswa KUKERTA Berdampak Universitas Riau Desa Muda Setia, Moehammad Arrafiq Haryaningrat, mengatakan bahwa penggunaan media permainan dipilih karena dinilai lebih efektif dalam menyampaikan pesan kepada anak-anak.

"Anak-anak cenderung lebih mudah memahami materi ketika mereka terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Karena itu, kami memilih pendekatan berbasis permainan agar edukasi yang diberikan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mampu membentuk kebiasaan baru untuk menjaga kebersihan diri maupun lingkungan," ungkapnya.

Kepala SDN Plus 006 Desa Muda Setia, Deski Yandi SPd SD MPd, turut mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa KUKERTA Universitas Riau. Menurutnya, metode belajar yang dikemas dalam bentuk permainan berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan membuat siswa lebih antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

"Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan mahasiswa KUKERTA Universitas Riau. Anak-anak terlihat aktif, bersemangat, dan menikmati setiap rangkaian kegiatan. Semoga ilmu yang mereka peroleh dapat diterapkan di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat," tuturnya.

Melalui inovasi ini, Kelompok KUKERTA Berdampak Universitas Riau berharap edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi mampu menumbuhkan karakter generasi muda yang peduli terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Kehadiran game interaktif ini juga menjadi bukti bahwa teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang kreatif, efektif, dan menyenangkan untuk mendukung terwujudnya Desa Muda Setia yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.**
Penulis
: M. Arrafiq
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)