DATARIAU.COM - Meski pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 telah usai, cerita pahit tentang keterlambatan ratusan sekolah dalam mendaftar akun SNPMB masih membekas. Banyak siswa berprestasi yang kehilangan kesempatan emas untuk masuk perguruan tinggi negeri hanya karena sekolah mereka tidak terdaftar tepat waktu.
Kini, menjelang persiapan SNBP 2026, pertanyaan mulai bermunculan: Apakah sekolah-sekolah sudah belajar dari kejadian tahun 2025?
Pada SNBP 2025, tercatat lebih dari 300 sekolah di berbagai daerah gagal mendaftar tepat waktu karena kelalaian administratif. Dalam banyak kasus, guru BK atau operator sekolah tidak segera memproses akun sekolah, meski sudah ada surat edaran dari panitia SNPMB sejak akhir tahun sebelumnya.
“Padahal anak-anak sudah berjuang selama 5 semester agar masuk jadi siswa eligible, agar bisa ikut PTN (Perguruan Tinggi Negeri) jalur SNBP ini. Tapi ternyata mereka gugur sebelum masuk medan perang, alias kalah sebelum bertanding,” ujar salah seorang wali murid SMKN 10 Medan, dikutip mistar.id (30/5/2025).
Kementerian Pendidikan melalui SNPMB sebenarnya telah menyediakan pelatihan, pendampingan daring, hingga call center. Namun masih banyak sekolah yang tidak responsif. Tahun ini, sejumlah organisasi guru dan kepala sekolah mulai mendorong terbentuknya Satuan Tugas SNPMB di setiap daerah, agar tidak ada lagi sekolah yang kecolongan.
Beberapa daerah mulai bergerak cepat. Dinas Pendidikan Kota Semarang, misalnya, sudah mengeluarkan surat edaran baru yang meminta semua kepala sekolah mempersiapkan SNPMB lebih awal, bahkan mewajibkan simulasi proses pendaftaran akun sekolah sejak Juni.
Langkah-langkah seperti ini penting agar kejadian tahun lalu tidak berulang. Karena jika sekolah lambat, siswa yang dikorbankan. Dan itu bukan sekadar kehilangan seleksi tapi kehilangan harapan. ***
Disusun oleh: Irma Anwari, Intan Nurbela, Sundari, Putri Aulia
Tugas Mata Kuliah: Isu-isu Kontenporer