RENGAT, datariau.com - R, salah seorang siswa kelas 9 SMPN 1 Pasir Penyu diduga telah menghamili pacarnya yang juga siswi di salah satu sekolah yang ada di Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu. Meskipun tersangkut hukum, yang bersangkutan tetap diperbolehkan ikut ujian nasional.
Kepala Sekolah SMPN 1 Pasir Penyu, Eka Satria saat dikonfirmasi datariau.com di ruang kerjanya, Sabtu (15/4/2017) mengatakan, terungkapnya seorang siswa ini yang diduga menghamili pacarnya saat guru BK melakukan komunikasi dengan yang bersangkutan.
"Dia diduga menghamili pacarnya 4 bulan. Tahunya kami bahwa R diduga telah menghamili pacarnya dari guru BK dan wali guru. Setelah itu kita langsung panggil R, pacarnya dan juga kedua orangtua yang bersangkutan," terang Eka.
Disinggung mengenai akan menghadapi UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), apa R diperbolehlan ikut UNBK, maka diterangkan Eka, sesuai saran dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Inhu H Ujang Sudrajat SP MSi, bahwa siswa tersebut tetap mengikuti UNBK.
"Karena nama R sudah terdaftar sebagai peserta UNBK," papar Eka Satri.
Ketua Komite SMPN 1 Pasir Penyu, Drs M Solkan saat dikonfirmasi tentang ini menyayangkan adanya seorang siswa di sekolah ini yang diduga terlibat asusila. "Itu pelanggaran tata tertib sekolah, sebaiknya dikeluarkan," tegasnya.
Kasus asusila dalam satu bulan terakhir di Kecamatan Pasir Penyu yang diunggul-unggulkan sebagai Kota Layak Anak telah terjadi beberapa kasus. Seperti beberapa waktu kemarin seorang siswi SD yang diduga hamil sempat menghebohkan warga, kini kasusnya masih ditindaklanjuti.
Maraknya kasus asusila yang melibatkan anak dibawah umur ini dikarenakan anak-anak zaman sekarang terlalu bebas menonton tayangan televisi, dimana kebanyakan tayangan televisi sangat tidak mendidik, isinya drama percintaan, gaya ala Barat, pergaulan bebas, ditambah lagi anak-anak dibebaskan memiliki smartphone dan bebas berkomunikasi dengan siapa saja serta mengakses di dunia maya yang sangat berbahaya.
Terakhir yang tidak kalah berbahayanya, anak-anak dibiarkan keluyuran tanpa jelas kemana perginya, baik di siang hari maupun malam hari, terlebih malam Ahad, sebagian orangtua berbangga melihat anak gadisnya dijemput cowoknya. Ini yang harus diperbaiki jika ingin generasi kita terselamatkan. Dengan adanya kejadian ini dapat diambil pelajaran bagi kita semua, baik orangtua, maupun para pelajar untuk bisa lebih waspada, dunia sudah tua.