Orangtua yang Biarkan Anak Maksiat Malam Minggu Ikut Tanggung Dosa

datariau.com
5.709 view
Orangtua yang Biarkan Anak Maksiat Malam Minggu Ikut Tanggung Dosa
Illustrasi

DATARIAU.COM - Kebiasaan yang kini sudah menjadi lumrah bahkan aneh ketika tidak dilakukan yakni keluar berkeliaran di malam Ahad (Minggu). Maka di malam itu kita lihat di jalanan padat dipenuhi muda mudi berpelukan di atas motor.

Anehnya, sebagian orangtua membiarkan anak gadisnya keluar malam minggu bahkan tenang-tenang saja saat lelaki menjemput anaknya malam itu untuk keluar, tanpa jelas tujuannya.

Betapa banyak maksiat terjadi di malam minggu. Laki-laki dan perempuan duduk berdua di tempat gelap melakukan hal-hal yang sangat dilarang dalam agama, bahkan mereka melakukan zina yang merupakan dosa besar. Mereka masih belia, masih anak baru gede, namun orangtuanya terlalu cuek melepaskan anaknya bermaksiat. Banyak berita tentang penggrebekan pasangan mesum di malam minggu ini, tidak juga membuat sadar para orangtua.

Jangan anggap orangtua tidak akan mendapatkan dosa dari apa yang dilakukan anak-anaknya yang dibiarkan berkeliaran di malam minggu hingga mereka bermaksiat. Dosa besar itu ikut ditanggung para orangtua yang lalai dalam menjaga amanah dari Allah Subahanahu wa Ta'ala.

Orangtuan ikut bertanggung jawab karena anak itu berada dibawah tanggung jawab mereka. Allah ta'ala berfirman dalam surat at-Tahrim ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan oleh-Nya kepada mereka dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda terkait hal ini:

كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ، وَالعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ، أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

"Kalian semua adalah pemimpin, dan kalian akan ditanya tentang kepemimpinan kalian. Pemimpin di antara manusia dia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin dalam rumah tangga serta anak-anak suaminya dan dia akan ditanya tentang mereka. Budak adalah pemimpin bagi harta tuannya dan dia akan ditanya tentangnya. Ketahuilah bahwa kalian adalah pemimpin dan kalian akan ditanya tentang tentang kepemimpinannya." HR Bukhari no.2554 dan Muslim no.1829 dan yang lainnya.

Maka kita sebagai orangtua, mari jaga dengan sebaik-baiknya amanah dari Allah Subahanahu wa ta'ala ini. Jika kita sudah berusaha dengan semaksimal mungkin, namun ternyata anak ditakdirkan menjadi anak yang tetap jahat serta bermaksiat kepada Allah, maka perbanyaklah berdoa minta ampun atas dosa dan kesalahan kita serta doakan kebaikan untuk anak-anak kita sambil juga kita nasehati dia dengan perkataan yang baik.

Penulis
: Riki
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)