Orang Tua Murid Mengaku Dimintai Iuran Rp120 Ribu Saat Ambil Rapor

datariau.com
2.040 view
Orang Tua Murid Mengaku Dimintai Iuran Rp120 Ribu Saat Ambil Rapor
ilustrasi

RENGAT, datariau.com - Lagi, orangtua murid mengeluh adanya iuran di sekolah. Kali ini atas momen pengambilan rapor.

Seperti dikeluhkan seorang orang tua murid di SDN 008 Kelurahan Tanjung Gading Air Molek Kecamatan Pasir Penyu kabupaten Inhu-Riau. Dia mengaku dimintai iuran Rp120 ribu saat pengambilan rapor anaknya.

Menurutnya, iuran itu berlaku untuk murid dari kelas 1 hingga kelas 5. Menurut orang tua murid ini, dari pengakuan guru, uang itu digunakan untuk membangun WC sekolah.

"Saya sempat bertengkar dengan Kepala SDN 008 Tanjung Gading saat mendengarkan pernyataan bahwa kami diwajibkan membayar Rp120 ribu. Saya merasa keberatan untuk membayar iuran, sebab jumlahnya cukup besar yaitu Rp120 ribu per murid," katanya, Sabtu kemarin.

"Bukankah pemerintah sudah menganggarkan untuk membangun berbagai fasilitas di sekolah, kenapa lagi harus dibebankan kepada orang tua. Mungkin inilah salah satu alasan kenapa momen pengambilan rapor seringkali menjadi momok bagi para orangtua dan wali murid," paparnya.

Orang tua murid yang meminta namanya tidak disebutkan ini, demi keamanan anaknya bersekolah di sekolah tersebut, sangat menyesalkan lemahnya pengawsan UPTD Pendidikan dan Dinas Pendidikan di daerah itu.

"Mereka lebih banyak ikuti acara-acara dari pada melakukan pengawasan di sekolah. Mereka juga mudah terima apa yang disampaikan oleh kepala sekolah dan komite dari pada keluhan masyarakat. Hal seperti ini bukan sekali atau dua kali terjadi, hampir setiap tahun disaat penerimaan rapor, lulusan dan penerimaan siswa baru kepala sekolah dan komite sibuk buat trik. Jangan sampai diamnya UPTD Pendidikan dan Dinas Pendidikan atas rangkaian kejadian sumbangan, iuran, pembayaran SHU dan lainnya di sekolah ini karena ada kerjasamanya dengan kepala sekolah," pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala SDN 008, Nes Mely saat dikonfirmasi terkait kebenaran iuran ini belum ada jawaban. Hubungan seluler yang ditujukan ke ponselnya pun sedang tidak aktif.

Penulis
: Heri
Editor
: Ummu SH
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)