DATARIAU.COM - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bahtera Melayu Kabupaten Bengkalis mendampingi 99 orang mahasiswa dari Universitas Riau (UR) Fakultas Perikanan dan 14 Dosen serta Asisten Dosen melakukan kegiatan praktikum di Kecamatan Bengkalis dan Bantan.
Kegiatan dijadwalkan 23-26 April 2019 ini puluhan mahasiswa didampingi dosen pembimbing melakukan sejumlah kegiatan yang berbeda-beda.
Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bahtera Melayu Kabupaten Bengkalis Defitri Akbar, S.Pi, M.H melalui Sekretaris Eksekutif, Khairul Saleh, S.H, M.H mengatakan, bahwa sebelum kegiatan tersebut di lakukan Fakultas Perikanan Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan melalui dosen pembimbing, Dr. M. Fauzi, M. Si telah melakukan koordinasi lokasi yang yang akan di kunjungi oleh rombongan.
Dari koordinasi tersebut ada beberapa daerah yang akan kunjungi di antaranya, Desa Meskom, Kecamatan Bengkalis di desa ini dosen dan mahasiswa melihat aktifitas nelayan yang baru saja pulang dari laut dan proses pelelangan ikan, mahasiswa melakukan tanya jawab bersama nelayan.
Kemudian di Desa Perapat Tunggal mereka melakukan wawancara bersama kepala Desa Perapat Tunggal Ahmad mengenai kondisi desa nelayan dan mewancarai juga usaha kecil masyarakat. Di Desa Simpang Ayam mereka lebih fokus melakukan pengamatan tentang abrasi pantai yang terjadi. Selanjutnya ke Desa Kelapapati, di sini mahasiswa lebih dikenalkan dengan kegiatan Konservasi Mangrove dan melakukan transek di hutan bakau.
"Kita juga mencoba menjelaskan bahwa fungsi hutan mangrove ini terhadap habitan dan kehidupan yang ada di dalamnya. Bagaimana masyarakat setempat secara kelompok melakukan kegiatan konservasi untuk menjaga kelestarian hutan mangrove," terangnya.
Lebih lanjut pria yang pernah menjadi Komisioner KPU Bengkalis dan akrab disapa Attah ini menyebutkan, untuk di Kecamatan Bantan, rombongan melakukan kegiatan di Desa Berancah, Desa Bantan Tengah dan Desa Selatbaru.
"Di Desa Berancah, mahasiswa melakukan wawancara dan melihat langsung aktivitas nelayan yang baru pulang melaut di Sungai Liong dan pengambilan sampel air serta habitat yang ada di Sungai Liong, termasuk melihat kegiatan aktivitas tambak udang dan mahasiswa diminta untuk menganalisa dampak lingkungan," katanya lagi.
Sementara itu, salah seorang dosen pembimbing, Dr. M. Fauzi, M.Si menyatakan, mengucapkan terima kasih kepada LSM Bahtera Melayu, Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP), Dinas Perhubungan, Kepala Desa Meskom, Perapat Tunggal, Simpang Ayam, Berancah dan Bantan Tengah serta Ketua Kelompok Mangrove Desa Kelapapati.
"Tujuan kedatangan kami untuk melihat langsung sekaligus mempelajari tentang kondisi yang ada di Kabupaten Bengkalis khusus dua kecamatan sebagai sampelnya. Dengan mahasiswa turun langsung melihat kondisi wilayah laut, apa yang dipelajari bisa lebih dimengerti," ungkapnya.
Fauzi berharap, kepada seluruh mahasiswa yang ikut dalam kunjungan ini bisa memahami dangan apa yang ada di sekitar pesisir.
Sonia, salah seorang mahasiswa Jurusan Manjemen Sumber Daya Perairan mengatakan, bahwa manfaat yang didapat dengan praktikum ini adalah lebih memahami dengan apa yang selama ini dipelajari.
"Kalau selama ini hanya sekedar teori kali ini dengan melihat langsung lebih mengerti dengan apa yang telah dipelajar," ungkap gadis asal Bengkulu ini.
Setelah praktikum, tindak lanjut dari kegiatan ini nantinya ada beberapa mahasiswa yang akan kembali turun dan melakukan penelitian lanjutan di setiap kegiatan baik tentang penangkapan ikan oleh nelayan dan aktivitas kelompok konservasi mangrove dan lainnya.
Dalam kunjungan tersebut selain Dr. M. Fauzi, hadir Dr. Ir. Adriman, M.Si. Ir. Eddiwan, M.Sc. Ir. Eko Purwanto, M.Si.l, Ir. Efawani, M.Si. Budijono, S.Pi. M.Sc. dan Drs. M. Hasbi, M.Si. (*)
Sumber
: http://www.riauterkini.com/lingkungan.php?arr=142110&judul=99-Mahasiswa-dan-14-Dosen-Asal-Pekanbaru-Blusukan-ke-Hutan-Mangrove-di-Bengkalis